alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Masker Outfit: Stylish, Healthy, and Comfortable

Masker masih menjadi benda yang selalu dikenakan banyak orang di masa pandemi Covid-19 seperti ini. Tidak sekadar dikenakan biasa, masker kini juga sudah banyak dimodifikasi untuk memenuhi gaya hidup sesuai selera pemakainya.

Bahkan, sejumlah produk terkemuka pun turut memproduksi masker stylish yang sebagai salah satu outfit penggunanya. Salah satunya adalah masker berbahan leather yang tengah booming di kalangan milenial beberapa bulan terakhir.

Masker wajah berbahan kulit buatan ini dinilai cukup matching jika dikenakan dengan beberapa jenis busana tertentu. Bahkan, sejumlah desainer busana terkemuka pun turut merancang masker berbahan leather.

Termasuk Diana M Putri, desainer internasional kelahiran Mojokerto yang tak henti-hentinya merancang dan memproduksi masker wajah leather layaknya outfit untuk pesta hingga acara resmi. Dengan memadukan warna kain dan manik-manik, karya desainer langganan penyanyi Ariana Grande ini cukup banyak diminati artis-artis top Indonesia.

Baca Juga :  Degradasi Warna Menentukan, Hiasan Tempat Ibadah dan Rumah

Hal ini pun turut memacu sejumlah perusahaan garment turut memproduksi masker dalam jumlah besar. Bahkan, beberapa masker leather juga dinamai dengan produk busana terkemuka. Oktavia Candra, reseller masker outfit asal Kecamatan Gedeg mengaku jenis leather cukup banyak diminati kalangan wanita, khususnya pekerja karir. 

Tuntutan tetap stylish di masa pandemi tak dipungkiri sebagai alasan utama mereka mengenakan masker berbahan kulit sintetis. Bagi mereka, bahan jenis leather memang sangat cocok dan pas dikenakan di wajah. Termasuk juga warna-warni kain leather yang dianggap tidak terlalu mencolok dan sangat pas dipadu dengan outfit resmi.

’’Warnanya ada yang kuning langsat, biru navy, hitam, dan cokelat. Nggak kontras kalau dipake dengan seragam kantor maupun baju santai,’’ terangnya. Meski tampak beda, Via mengaku masker outfit tetap memperhatikan unsur kenyamanan (comfortable), dan kesehatan (healthy).

Baca Juga :  Rahasia di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi

Bahkan, penggunanya dijamin tidak akan kesulitan bernapas atau ngap saat memakai. ’’Ada lubang dan ada kain filter yang bisa diganti dengan tisu,’’ tambahnya. Dari segi harga memang cukup mahal ketimbang masker scuba atau masker kain biasanya, yakni antara Rp 50 ribu sampai Rp 250 ribu.

Namun, masker jenis ini dianggap cukup awet dan gampang dirawat ketimbang masker biasa. ’’Dua bulan sekali masker bisa dicuci dan diganti filternya. Itupun nyucinya nggak usah dikucek, cukup ditaruh di mesin cuci saja,’’ pungkasnya. 

 

Masker masih menjadi benda yang selalu dikenakan banyak orang di masa pandemi Covid-19 seperti ini. Tidak sekadar dikenakan biasa, masker kini juga sudah banyak dimodifikasi untuk memenuhi gaya hidup sesuai selera pemakainya.

Bahkan, sejumlah produk terkemuka pun turut memproduksi masker stylish yang sebagai salah satu outfit penggunanya. Salah satunya adalah masker berbahan leather yang tengah booming di kalangan milenial beberapa bulan terakhir.

Masker wajah berbahan kulit buatan ini dinilai cukup matching jika dikenakan dengan beberapa jenis busana tertentu. Bahkan, sejumlah desainer busana terkemuka pun turut merancang masker berbahan leather.

Termasuk Diana M Putri, desainer internasional kelahiran Mojokerto yang tak henti-hentinya merancang dan memproduksi masker wajah leather layaknya outfit untuk pesta hingga acara resmi. Dengan memadukan warna kain dan manik-manik, karya desainer langganan penyanyi Ariana Grande ini cukup banyak diminati artis-artis top Indonesia.

Baca Juga :  Surga Kecil di Selat Bali

Hal ini pun turut memacu sejumlah perusahaan garment turut memproduksi masker dalam jumlah besar. Bahkan, beberapa masker leather juga dinamai dengan produk busana terkemuka. Oktavia Candra, reseller masker outfit asal Kecamatan Gedeg mengaku jenis leather cukup banyak diminati kalangan wanita, khususnya pekerja karir. 

Tuntutan tetap stylish di masa pandemi tak dipungkiri sebagai alasan utama mereka mengenakan masker berbahan kulit sintetis. Bagi mereka, bahan jenis leather memang sangat cocok dan pas dikenakan di wajah. Termasuk juga warna-warni kain leather yang dianggap tidak terlalu mencolok dan sangat pas dipadu dengan outfit resmi.

- Advertisement -

’’Warnanya ada yang kuning langsat, biru navy, hitam, dan cokelat. Nggak kontras kalau dipake dengan seragam kantor maupun baju santai,’’ terangnya. Meski tampak beda, Via mengaku masker outfit tetap memperhatikan unsur kenyamanan (comfortable), dan kesehatan (healthy).

Baca Juga :  Ikfina-Barra Optimis Hanya Lawan Independen

Bahkan, penggunanya dijamin tidak akan kesulitan bernapas atau ngap saat memakai. ’’Ada lubang dan ada kain filter yang bisa diganti dengan tisu,’’ tambahnya. Dari segi harga memang cukup mahal ketimbang masker scuba atau masker kain biasanya, yakni antara Rp 50 ribu sampai Rp 250 ribu.

Namun, masker jenis ini dianggap cukup awet dan gampang dirawat ketimbang masker biasa. ’’Dua bulan sekali masker bisa dicuci dan diganti filternya. Itupun nyucinya nggak usah dikucek, cukup ditaruh di mesin cuci saja,’’ pungkasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/