alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Keseimbangan Baru

SEPULUH bulan yang lalu hingga memasuki 2021, pandemi Covid -19 belum juga berakhir. Belum tahu kapan pandemi ini akan berlalu.

Semua sektor ikut terdampak,  tak terkecuali Jawa Pos Radar Mojokerto.

Bagi kami, sepuluh bulan dalam masa pendemi,  menjadi masa yang sangat sulit, seperti juga dirasakan pelaku usaha lain dan masyarakat dunia pada umumnya.

Sudah tak terhitung ada berapa banyak media cetak (koran) yang harus mati karena tidak mampu menghadapi lesunya penjualan koran dan macetnya pemasukan iklan akibat pandemi Covid-19. Sebelum pandemi saja sudah sulit, apalagi tersapu masa pandemi. Habis sudah. Kabar terbaru, Koran Tempo per 1 Januari 2021 (hari ini) tidak terbit lagi dalam bentuk koran kertas. Namun akan berkamuflase dalam bentuk digital.

Dalam situasi sulit seperti ini, selain terus meningkatkan soliditas internal, kami juga terus bergerak, berkreasi dan berinovasi. Kami terus merawat apa yang sudah kami miliki, apakah itu para pelanggan setia Jawa Pos Radar Mojokerto, mitra iklan, narasumber, mitra agen, dan lainnya. Kami juga meyakinkan khalayak, Jawa Pos Radar Mojokerto tidak surut satu mili pun, terbukti kami mampu menggelar event mandiri maupun sebagai media partner kegiatan besar di masa pandemi ini (2020). Diantaranya, seminar bersama Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Kota Mojokerto di Grandwish Hotel Trawas (24 Agustus 2020), launching paralayang di Desa/Kecamatan Trawas (29 Agustus 2020), lomba karya tulis ilmiah pelajar santri Mojokerto Raya Oktober-November 2020), dan yang terakhir berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto menggelar event Lomba Video Pembelajaran Guruku Kreatif Wali Kotaku Inovatif (26 November 2020).

Baca Juga :  Berharap Faktor Luck

Semua ini menunjukkan Jawa Pos Radar Mojokerto tetap hadir di tengah-tengah masyarakat di masa-masa sulit ini.

Sebagai bagian dari pers nasional yang memiliki fungsi sebagai media informasi dan pendidikan, Jawa Pos Radar Mojokerto, di masa pandemi ini juga secara aktif memberikan rasa optimistis kepada khalayak, juga memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan Covid-19. Pemberitaan-pemberitaan menyangkut pandemi Covid-19 di Mojokerto Raya cukup proporsional dengan tetap kritis.

Bagi kami, masa-masa sulit ini harus bisa dilalui dengan rasa optimistis Ada sebuah keyakinan dan keniscayaan, bahwa bencana maha dahsyat ini pada akhirnya menuju proses terbentuknya keseimbangan baru. Ibarat gempa di dasar laut dalam akibat patahan lempengan bumi yang juga setelahnya ada  keseimbangan baru, maka pandemi Covid-19 juga demikian. Yakni, sebuah proses untuk menuju keseimbangan baru.

Baca Juga :  Hari Jadi Kota Mojokerto Baru Ditetapkan Tahun 1982

Mungkin, dalam kurun waktu hampir 20 tahun berdirinya Jawa Pos Radar Mojokerto, selama ini hanya mengalami riak-riak kecil atau gempa kecil, yang pada akhirnya itu juga proses sebuah keseimbangan baru. Berkali-kali Jawa Pos Radar Mojokerto juga mengalami keseimbangan baru.

Dan, bagi kita semua di dunia, hanya bisa berikhtiar dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir.

Dan, sebagai perusahaan media massa yang terus bergerak ke depan, Jawa Pos Radar Mojokerto terus mematangkan diri di semua lini. Menyusul yang cetak, online radarmojokerto.jawapos.com juga dinyatakan lolos verifikasi faktual Dewan Pers (9 November 2020). Ini menjadi semangat tersendiri Jawa Pos Radar Mojokerto untuk menatap masa depan. Youtube Radar Mojokerto Channel juga makin mantap dengan 7 ribu lebih subscriber. Disusul Instagram Radar Mojokerto yang juga makin oke dari hari ke hari.

Mohon doa restu di tahun 2021 ini Jawa Pos Radar Mojokerto ingin mewujudkan mimpi sebagai Rumah Besar untuk Mojokerto Raya. Selamat Tahun Baru 1 Januari 2021 dan Selamat Datang Keseimbangan Baru. (*)

SEPULUH bulan yang lalu hingga memasuki 2021, pandemi Covid -19 belum juga berakhir. Belum tahu kapan pandemi ini akan berlalu.

Semua sektor ikut terdampak,  tak terkecuali Jawa Pos Radar Mojokerto.

Bagi kami, sepuluh bulan dalam masa pendemi,  menjadi masa yang sangat sulit, seperti juga dirasakan pelaku usaha lain dan masyarakat dunia pada umumnya.

Sudah tak terhitung ada berapa banyak media cetak (koran) yang harus mati karena tidak mampu menghadapi lesunya penjualan koran dan macetnya pemasukan iklan akibat pandemi Covid-19. Sebelum pandemi saja sudah sulit, apalagi tersapu masa pandemi. Habis sudah. Kabar terbaru, Koran Tempo per 1 Januari 2021 (hari ini) tidak terbit lagi dalam bentuk koran kertas. Namun akan berkamuflase dalam bentuk digital.

Dalam situasi sulit seperti ini, selain terus meningkatkan soliditas internal, kami juga terus bergerak, berkreasi dan berinovasi. Kami terus merawat apa yang sudah kami miliki, apakah itu para pelanggan setia Jawa Pos Radar Mojokerto, mitra iklan, narasumber, mitra agen, dan lainnya. Kami juga meyakinkan khalayak, Jawa Pos Radar Mojokerto tidak surut satu mili pun, terbukti kami mampu menggelar event mandiri maupun sebagai media partner kegiatan besar di masa pandemi ini (2020). Diantaranya, seminar bersama Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Kota Mojokerto di Grandwish Hotel Trawas (24 Agustus 2020), launching paralayang di Desa/Kecamatan Trawas (29 Agustus 2020), lomba karya tulis ilmiah pelajar santri Mojokerto Raya Oktober-November 2020), dan yang terakhir berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Mojokerto menggelar event Lomba Video Pembelajaran Guruku Kreatif Wali Kotaku Inovatif (26 November 2020).

Baca Juga :  Bawaslu Ancam Stop Tahapan

Semua ini menunjukkan Jawa Pos Radar Mojokerto tetap hadir di tengah-tengah masyarakat di masa-masa sulit ini.

- Advertisement -

Sebagai bagian dari pers nasional yang memiliki fungsi sebagai media informasi dan pendidikan, Jawa Pos Radar Mojokerto, di masa pandemi ini juga secara aktif memberikan rasa optimistis kepada khalayak, juga memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan Covid-19. Pemberitaan-pemberitaan menyangkut pandemi Covid-19 di Mojokerto Raya cukup proporsional dengan tetap kritis.

Bagi kami, masa-masa sulit ini harus bisa dilalui dengan rasa optimistis Ada sebuah keyakinan dan keniscayaan, bahwa bencana maha dahsyat ini pada akhirnya menuju proses terbentuknya keseimbangan baru. Ibarat gempa di dasar laut dalam akibat patahan lempengan bumi yang juga setelahnya ada  keseimbangan baru, maka pandemi Covid-19 juga demikian. Yakni, sebuah proses untuk menuju keseimbangan baru.

Baca Juga :  Wisata Baru, Lembah Indah di Sudut Desa

Mungkin, dalam kurun waktu hampir 20 tahun berdirinya Jawa Pos Radar Mojokerto, selama ini hanya mengalami riak-riak kecil atau gempa kecil, yang pada akhirnya itu juga proses sebuah keseimbangan baru. Berkali-kali Jawa Pos Radar Mojokerto juga mengalami keseimbangan baru.

Dan, bagi kita semua di dunia, hanya bisa berikhtiar dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir.

Dan, sebagai perusahaan media massa yang terus bergerak ke depan, Jawa Pos Radar Mojokerto terus mematangkan diri di semua lini. Menyusul yang cetak, online radarmojokerto.jawapos.com juga dinyatakan lolos verifikasi faktual Dewan Pers (9 November 2020). Ini menjadi semangat tersendiri Jawa Pos Radar Mojokerto untuk menatap masa depan. Youtube Radar Mojokerto Channel juga makin mantap dengan 7 ribu lebih subscriber. Disusul Instagram Radar Mojokerto yang juga makin oke dari hari ke hari.

Mohon doa restu di tahun 2021 ini Jawa Pos Radar Mojokerto ingin mewujudkan mimpi sebagai Rumah Besar untuk Mojokerto Raya. Selamat Tahun Baru 1 Januari 2021 dan Selamat Datang Keseimbangan Baru. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/