alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Beri Bantuan Advokasi dan Akses ke Bank

SEMENTARA itu, dalam upaya melawan praktik lintah darat, AWV memberi bantuan advokasi bagi peminjam yang terlilit utang. Asosiasi yang digawangi RP Soeroso ini berhasil menyelamatkan harta benda dengan memberi akses peminjaman lewat bank resmi milik pemerintah.

Yuhan melanjutkan, sejak berdirinya AWV, pelaku lintah darat di Mojokerto tidak leluasa lagi untuk melakukan penyitaan harta benda milik peminjam yang pembayarannya macet. Karena AWV melakukan pasang badan dengan memberikan bantuan advokasi atau pendampingan. ”Untuk melawan para lintah darat, pengurus AWP mengadvokasi korban woeker dengan baik,” sambungnya.

Tak hanya itu, AWV juga memberi akses kepada para peminjam yang kesulitan membayar utang. Yakni dengan memfasilitasi pinjaman uang dengan bunga yang jauh lebih kecil di Afdeeling Bank milik Pemkab Mojokerto.

Baca Juga :  Pompstation Djapanan Kemlagi, Difungsikan untuk Perkebunan Tebu

Pada 1931, RP Soeoro juga menjadi inisiator pendirian Algemeene Volkscrediet Bank (AVB). Eksisnya bank perkreditan rakyat tersebut makin mempersempit ruang gerak praktik mindring di Mojokerto.

Di sisi lain, AWV aktif melakukan kampanye agar masyarakat tak mudah termakan rayuan lintah darat. Pasalnya, keberadaan lintah darat sudah menyebar hingga pedesaan. ”Karena itu, AWV menyebarkan nama-nama mindring agar bisa diketahui oleh masyarakat luas untuk mencegah adanya korban baru,” tandas dia.

Tak berhenti di situ, tokoh kelahiran 3 November 1893 ini juga mendirikan koperasi di kalangan pegawai negeri untuk memberangus praktik mindring. Karena itu, pahlawan nasional yang dikebumikan di kompleks Makam Pekuncen ini mendapat julukan Bapak Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia. (ram/ron)

Baca Juga :  Gowes Bareng Gubernur dan Wali Kota Diramaikan 24.500 Peserta

SEMENTARA itu, dalam upaya melawan praktik lintah darat, AWV memberi bantuan advokasi bagi peminjam yang terlilit utang. Asosiasi yang digawangi RP Soeroso ini berhasil menyelamatkan harta benda dengan memberi akses peminjaman lewat bank resmi milik pemerintah.

Yuhan melanjutkan, sejak berdirinya AWV, pelaku lintah darat di Mojokerto tidak leluasa lagi untuk melakukan penyitaan harta benda milik peminjam yang pembayarannya macet. Karena AWV melakukan pasang badan dengan memberikan bantuan advokasi atau pendampingan. ”Untuk melawan para lintah darat, pengurus AWP mengadvokasi korban woeker dengan baik,” sambungnya.

Tak hanya itu, AWV juga memberi akses kepada para peminjam yang kesulitan membayar utang. Yakni dengan memfasilitasi pinjaman uang dengan bunga yang jauh lebih kecil di Afdeeling Bank milik Pemkab Mojokerto.

Baca Juga :  Fenomena Gadaikan Barang untuk Penuhi Kebutuhan

Pada 1931, RP Soeoro juga menjadi inisiator pendirian Algemeene Volkscrediet Bank (AVB). Eksisnya bank perkreditan rakyat tersebut makin mempersempit ruang gerak praktik mindring di Mojokerto.

Di sisi lain, AWV aktif melakukan kampanye agar masyarakat tak mudah termakan rayuan lintah darat. Pasalnya, keberadaan lintah darat sudah menyebar hingga pedesaan. ”Karena itu, AWV menyebarkan nama-nama mindring agar bisa diketahui oleh masyarakat luas untuk mencegah adanya korban baru,” tandas dia.

Tak berhenti di situ, tokoh kelahiran 3 November 1893 ini juga mendirikan koperasi di kalangan pegawai negeri untuk memberangus praktik mindring. Karena itu, pahlawan nasional yang dikebumikan di kompleks Makam Pekuncen ini mendapat julukan Bapak Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia. (ram/ron)

Baca Juga :  Gowes Bareng Gubernur dan Wali Kota Diramaikan 24.500 Peserta

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/