alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Gedung Bioskop Jadi Media Menikmati Layar Lebar

Mengenang Kejayaan Hiburan Perfilman di Mojokerto

SETIAP pengujung bulan Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional. Berbicara dunia layar lebar, tidak bisa lepas dengan keberadaan bioskop. Bahkan, di masa kejayaan perfilman nasional, bioskop tersebar hampir merata di daerah. Termasuk di wilayah Mojokerto.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq mengungkapkan, tonggak perbioskopan di Mojokerto berlangsung sejak masa pemerintahan kolonial. Itu ditandai diresmikannya gedung bioskop yang dinamakan Florida Theatre pada 3 September 1931.

Pria yang akrab disapa Yuhan ini menyebutkan, Florida Theatre yang yang berada di selatan Alun-Alun Kota Mojokerto menjadi gedung bioskop pertama dengan konsep modern pada masa itu. Namun, berdirinya bioskop itu merupakan hasil akuisisi dari gedung pemutaran film yang dikenal Bioskop Sirine yang lebih dulu eksis sekitar 1920-an. ’’Jadi, gedung bioskop yang lama dirombak menjadi gedung teater yang lebih bagus,’’ ungkapnya.

Dia menyebutkan, perombakan dilakukan dengan standar bioskop di kota-kota besar lainnya. Untuk memaksimalkan kualitas film, interior gedung dilengkapi peredam agar suara yang diputar melalui gramofon tidak menggema. Pun demikian sisi luar gedung dipermak dengan ventilasi yang lebih memadai.

Baca Juga :  Fenomena Gadaikan Barang untuk Penuhi Kebutuhan

Perlengkapan pemutar film di Florida Theatre juga tak kalah canggih. Pengelola bioskop menggunakan proyektor canggih buatan Jerman. The Roque Song menjadi judul film perdana yang diputar di Florida Theatre Mojokerto. ’’Keberadaan Florida Theatre membuat dunia pertunjukan bioskop di Mojokerto mengalami kemajuan. Setidaknya, warga Mojokerto tak perlu ke Surabaya untuk menikmati film bersuara,’’ tandasnya.

Sayangnya keberadaan Florida Theatre bertahan relatif singkat. Karena pada 1932, gedung tersebut berganti kepemilikan dan disematkan nama baru menjadi Bioskop National yang mampu bertahan hingga 1942 atau sebelum masa kependudukan Jepang.

Seiring berjalannya waktu, sebut Yuhan, gedung bioskop legendaris di Kota Mojokerto ini juga mengalami beberapa kali pergantian nama. Pascakemerdekaan, gedung pemutar film itu sempat berganti menjadi Bioskop Rex. Dan, Bioskop Indera menjadi nama terakhir sebelum akhirnya gulung layar.

Baca Juga :  Pedagang Jalanan Tawarkan Desain Buatan Tangan

Ketua Divisi Kajian dan Pengembangan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini menambahkan, hiburan perfilman di Mojokerto juga sempat diramaikan adanya gedung Bioskop Brantas. Gedung yang berada di kawasan Pasar Kliwon di Jalan Mojopahit itu menjadi tertua kedua yang berdiri sekitar 1928.

Tak hanya itu, di Kota Mojokerto juga pernah berdiri gedung-gedung pemutar film lainnya. Di antaranya Bioskop Garuda yang berdampingan dengan Makodim 0815/Mojokerto dan Bioskop Ratna yang menempati bekas gudang beras di Jalan Jendral Sudirman.

Di masa kejayaan perfilman nasional, gedung bioskop juga tumbuh di wilayah Kabupaten Mojokerto. Jejak hiburan pertunjukan film itu ditandai berdiri Bioskop Djaya dan Bioskop Gembira di Kecamatan Mojosari dan Bioskop Carina di Kecamatan Pacet. ’’Eksistensi bioskop mulai meredup dan akhirnya tutup sekitar tahun 1990-an,’’ pungkasnya. (ram/abi)

Mengenang Kejayaan Hiburan Perfilman di Mojokerto

SETIAP pengujung bulan Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional. Berbicara dunia layar lebar, tidak bisa lepas dengan keberadaan bioskop. Bahkan, di masa kejayaan perfilman nasional, bioskop tersebar hampir merata di daerah. Termasuk di wilayah Mojokerto.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq mengungkapkan, tonggak perbioskopan di Mojokerto berlangsung sejak masa pemerintahan kolonial. Itu ditandai diresmikannya gedung bioskop yang dinamakan Florida Theatre pada 3 September 1931.

Pria yang akrab disapa Yuhan ini menyebutkan, Florida Theatre yang yang berada di selatan Alun-Alun Kota Mojokerto menjadi gedung bioskop pertama dengan konsep modern pada masa itu. Namun, berdirinya bioskop itu merupakan hasil akuisisi dari gedung pemutaran film yang dikenal Bioskop Sirine yang lebih dulu eksis sekitar 1920-an. ’’Jadi, gedung bioskop yang lama dirombak menjadi gedung teater yang lebih bagus,’’ ungkapnya.

Dia menyebutkan, perombakan dilakukan dengan standar bioskop di kota-kota besar lainnya. Untuk memaksimalkan kualitas film, interior gedung dilengkapi peredam agar suara yang diputar melalui gramofon tidak menggema. Pun demikian sisi luar gedung dipermak dengan ventilasi yang lebih memadai.

Baca Juga :  Mojotirto Festival 2022, Dijadikan sebagai Muatan Lokal

Perlengkapan pemutar film di Florida Theatre juga tak kalah canggih. Pengelola bioskop menggunakan proyektor canggih buatan Jerman. The Roque Song menjadi judul film perdana yang diputar di Florida Theatre Mojokerto. ’’Keberadaan Florida Theatre membuat dunia pertunjukan bioskop di Mojokerto mengalami kemajuan. Setidaknya, warga Mojokerto tak perlu ke Surabaya untuk menikmati film bersuara,’’ tandasnya.

- Advertisement -

Sayangnya keberadaan Florida Theatre bertahan relatif singkat. Karena pada 1932, gedung tersebut berganti kepemilikan dan disematkan nama baru menjadi Bioskop National yang mampu bertahan hingga 1942 atau sebelum masa kependudukan Jepang.

Seiring berjalannya waktu, sebut Yuhan, gedung bioskop legendaris di Kota Mojokerto ini juga mengalami beberapa kali pergantian nama. Pascakemerdekaan, gedung pemutar film itu sempat berganti menjadi Bioskop Rex. Dan, Bioskop Indera menjadi nama terakhir sebelum akhirnya gulung layar.

Baca Juga :  Pedagang Jalanan Tawarkan Desain Buatan Tangan

Ketua Divisi Kajian dan Pengembangan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini menambahkan, hiburan perfilman di Mojokerto juga sempat diramaikan adanya gedung Bioskop Brantas. Gedung yang berada di kawasan Pasar Kliwon di Jalan Mojopahit itu menjadi tertua kedua yang berdiri sekitar 1928.

Tak hanya itu, di Kota Mojokerto juga pernah berdiri gedung-gedung pemutar film lainnya. Di antaranya Bioskop Garuda yang berdampingan dengan Makodim 0815/Mojokerto dan Bioskop Ratna yang menempati bekas gudang beras di Jalan Jendral Sudirman.

Di masa kejayaan perfilman nasional, gedung bioskop juga tumbuh di wilayah Kabupaten Mojokerto. Jejak hiburan pertunjukan film itu ditandai berdiri Bioskop Djaya dan Bioskop Gembira di Kecamatan Mojosari dan Bioskop Carina di Kecamatan Pacet. ’’Eksistensi bioskop mulai meredup dan akhirnya tutup sekitar tahun 1990-an,’’ pungkasnya. (ram/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/