alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Petilasan Empu Supo, Pembuat Keris Ampuh Era Majapahit dan Demak

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Trowulan memiliki segudang tinggalan bernilai historis tinggi. Salah satunya Petilasan Empu Supo di Dusun/Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Empu Supo dipercaya sebagai empu pembuat keris pusaka kelas wahid pada zamannya. Namanya sering dikait-kaitkan dengan tiga pusaka keris legendaris era Majapahit-Demak. Ketiganya adalah Keris Sengkelat, Keris Nogososro, dan Keris Carumbuk.

Petilasan Empu Supo ini berada di dekat Jalan Raya Totok Kerot, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Berada di belakang Balai Desa Watesumpak. Untuk menjangkaunya, cukup berjalan kaki atau menaiki kendaraan roda dua/empat masuk sekitar 100 meter dari jalan raya.

Area petilasan dikelilingi kuburan warga setempat. Lokasinya memang persis di tengah-tengah tempat pemakaman umum (TPU) Watesumpak. Untuk menjangkaunya, begitu masuk area TPU langsung berjalan ke area yang lebih tinggi.

Area petilasan kini dilengkapi undak-undakan atau tangga dari batu bata merah. Juga terdapat gapura pintu masuk khas Majapahitan. Ada pula pendapa kecil sekitar 4×4 meter untuk istirahat pengunjung hingga tempat berdoa.

Baca Juga :  Waspada! Kasus Covid-19 Muncul di Sekolah Kota Mojokerto

Persis di samping pendapa terdapat altar sederhana dekat pohon jati berdiamter lebih dari 1,5 meter dan tinggi sekitat 15 meter lebih. Batangnya dililit kain warna kuning dan diberi bendera Merah Putih. Terdapat tempat menaruh dupa dan sesajen.

“Tempatnya memang lebih tinggi dari kuburan sekitarnya. Karenanya, orang desa menyebutnya lemah inggil (tanah yang lebih tinggi),” ujar Masruhan, tokoh desa setempat. Pria yang juga kepala dusun ini memgatakan, orang tua zaman dulu sudah menyebut area itu adalah tempat petilasan Empu Supo, pembuat keris kerajaan Majapahit dan Demak.

Petilasan tersebut amat dihormati masyarakat desa. Bahkan, dikeramatkan lantaran memiliki area yang khas, yaknu beberapa nisan kuno dan empat pohon jati berukuran besar. Satu pohon jati tampak roboh tapi dibiarkan begitu saja oleh warga. “Ceritanya ada orang yang membuat roboh pohon ini dengan cara dibakar, tapi orang tersebut kemudian meninggal dengan tidak wajar,” cerita Masruhan.

Baca Juga :  Kisah Empu Supo Mencari Keris Pusaka Raja Majapahit yang Hilang

Menurut cerita rakyat setempat, lokasi petilasan tersebut adalah tempat yang pernah disinggahi Empu Supo. Ketika zaman Kerajaan Majapahit, Empu Supo dipercaya menjadi empu kerajaan. Yang bertugas membuat keris atau pusaka bagi raja atau bangsawan ketika itu.

Saat ini memang tidak ada tinggalan berupa benda atau bangunan dari Empu Supo di lokasi. Hanya saja, di daerah Watesumpak banyak tersebar para pandai besi. Atau, orang yang ahli dalam membuat perkakas, alat pertanian, dan lainnya berbahan logam atau besi. “Di Watesumpak ini banyak pande (pandai besi). Mungkin juga mbah-mbahnya mereka dulu itu murid atau anak turun dari Empu Supo,” ujar Masruhan. (fen)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Trowulan memiliki segudang tinggalan bernilai historis tinggi. Salah satunya Petilasan Empu Supo di Dusun/Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Empu Supo dipercaya sebagai empu pembuat keris pusaka kelas wahid pada zamannya. Namanya sering dikait-kaitkan dengan tiga pusaka keris legendaris era Majapahit-Demak. Ketiganya adalah Keris Sengkelat, Keris Nogososro, dan Keris Carumbuk.

Petilasan Empu Supo ini berada di dekat Jalan Raya Totok Kerot, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Berada di belakang Balai Desa Watesumpak. Untuk menjangkaunya, cukup berjalan kaki atau menaiki kendaraan roda dua/empat masuk sekitar 100 meter dari jalan raya.

Area petilasan dikelilingi kuburan warga setempat. Lokasinya memang persis di tengah-tengah tempat pemakaman umum (TPU) Watesumpak. Untuk menjangkaunya, begitu masuk area TPU langsung berjalan ke area yang lebih tinggi.

Area petilasan kini dilengkapi undak-undakan atau tangga dari batu bata merah. Juga terdapat gapura pintu masuk khas Majapahitan. Ada pula pendapa kecil sekitar 4×4 meter untuk istirahat pengunjung hingga tempat berdoa.

Baca Juga :  Kasad Tegaskan TNI AD Akan Otopsi dan Visum Jasad Kopda Muslimin

Persis di samping pendapa terdapat altar sederhana dekat pohon jati berdiamter lebih dari 1,5 meter dan tinggi sekitat 15 meter lebih. Batangnya dililit kain warna kuning dan diberi bendera Merah Putih. Terdapat tempat menaruh dupa dan sesajen.

- Advertisement -

“Tempatnya memang lebih tinggi dari kuburan sekitarnya. Karenanya, orang desa menyebutnya lemah inggil (tanah yang lebih tinggi),” ujar Masruhan, tokoh desa setempat. Pria yang juga kepala dusun ini memgatakan, orang tua zaman dulu sudah menyebut area itu adalah tempat petilasan Empu Supo, pembuat keris kerajaan Majapahit dan Demak.

Petilasan tersebut amat dihormati masyarakat desa. Bahkan, dikeramatkan lantaran memiliki area yang khas, yaknu beberapa nisan kuno dan empat pohon jati berukuran besar. Satu pohon jati tampak roboh tapi dibiarkan begitu saja oleh warga. “Ceritanya ada orang yang membuat roboh pohon ini dengan cara dibakar, tapi orang tersebut kemudian meninggal dengan tidak wajar,” cerita Masruhan.

Baca Juga :  Daun Sungkai Tengah Diteliti Sebagai Obat COVID-19

Menurut cerita rakyat setempat, lokasi petilasan tersebut adalah tempat yang pernah disinggahi Empu Supo. Ketika zaman Kerajaan Majapahit, Empu Supo dipercaya menjadi empu kerajaan. Yang bertugas membuat keris atau pusaka bagi raja atau bangsawan ketika itu.

Saat ini memang tidak ada tinggalan berupa benda atau bangunan dari Empu Supo di lokasi. Hanya saja, di daerah Watesumpak banyak tersebar para pandai besi. Atau, orang yang ahli dalam membuat perkakas, alat pertanian, dan lainnya berbahan logam atau besi. “Di Watesumpak ini banyak pande (pandai besi). Mungkin juga mbah-mbahnya mereka dulu itu murid atau anak turun dari Empu Supo,” ujar Masruhan. (fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/