alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, August 13, 2022

Empu Supo, Penemu Keris Pusaka Raja Majapahit yang Hilang

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empu Supo dipercaya hidup pada abad ke 14. Pembuat keris ampuh masa peralihan era Kerajaan Majapahit ke Kerajaan Demak ini pernah berhasil menemukan keris pusaka kerajaan yang pernah hilang.

Keberadaan petilasan Empu Supo di Dusun/Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan seolah menjadi saksi keberadaan pembuat keris berilmu tinggi ini. Dia dipercaya hidup pada abad ke 14. Saat itu, masa peralihan kekuasaan era Majapahit ke Demak.

Empu Supo pun kini menjadi legenda yang dipercayai masyarakat Watesumpak dan Trowulan pada umumnya. Berdasar cerita rakyat setempat, Empu Supo adalah pembuat keris era Majapahit. Ketika muda, dia bernama Supo Mandrangi.

Berbekal ketekunannya, dia menjadi mahir membuat keris. Karya senjata tusuk bikinannya pun dikenal indah dan memiliki nilai isoteris tinggi. Tak jarang, keris karya Empu Supo menjadi masterpiece hingga pusaka raja atau bangsawan.

Menurut cerita rakyat pula, Supo Mandrangi juga bernama Raden Joko Supo. Dia salah satu putra Pangeran Sedayu. Kini daerah Sedayu diperkirakan berada di wilayah Gresik dan Lamongan.

Baca Juga :  Kisah Empu Supo Mencari Keris Pusaka Raja Majapahit yang Hilang

Kemahiran Supo Mandrangi dan adiknya yang bernama Supagati berniat untuk mengabdi pada Keraton Majapahit. Ketika itu, dia datang ke keraton, saat itu Majapahit sedang geger. Pusaka kerajaan yang bernama Kanjeng Kyai Sumelang Gandring hilang dari tempat penyimpanannya di gudang pusaka.

Ki Supo Mandrangi lalu dipanggil menghadap raja. Sang Raja bertitah, jika Mpu Supo sanggup menemukan kembali keris Kanjeng Kyai Sumelang Gandring, maka raja akan berkenan menerima pengabdiannya di Keraton Majapahit. Dan, raja akan menganugerahi berbagai macam hadiah.

Empu Supo akhirnya berhasil menemukan keris tersebut. Dia lantas diangkat menjadi abdi kerajaan, sebagai ahli pembuat keris. Selain itu, dia juga mendapatkan sejumlah hadiah baik berupa jabatan hingga tanah.

Soal pemberian hadiah ini, menurut penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, disebut-sebut dalam Prasasti Karang Bogem tahun 1367. Karena memenangkan sayembara membawa kembali keris penting Majapahit dan dihadiahi 100 jung ( 1 jung : 28.396 m2) berhak memerintah di wilayah itu.

Pengabdian Empu Supo kepada Raja Majapahit sering dikaitkan dengan keberadaan petilasan Empu Supo di Watesumpak, Kecamatan Trowulan. Maklum, wilayah Watesumpak dipercaya masuk wilayah kerajaan. Bahkan, di wilayah Watesumpak terdapat sejumlah tinggalan Majapahit. Itu seperti Candi Watesumpak, Candi Wringinlawang, hingga petilasan Empu Supo itu sendiri.

Baca Juga :  Dari Iuran Merekalah, Wiwin Rasakan Manfaat Operasi Batu Ureter

Di benak masyarakat Watesumpak pun tertancap cerita rakyat tentang Empu Supo. Tak sedikit pula yang masih uri-uri budaya dengan melestarikan tempat yang dipercaya sebagai petilasannya. Areanya berada di belakang Balai Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan Jalan Totok Kerot.

”Di sini, masyarakat masih uri-uri tinggalan leluhur Empu Supo. Memang petilasan, bukan makam. Jadi, mungkin dulu ini tempat beliau tirakat atau samadi,” ujar Masruhan, tokoh desa setempat.

Dirinya mengaku, sering mendapatkan cerita dari orang-orang tua zaman dulu, kawasan itu memiliki nilai historis yang tinggi. Bahkan, memiliki nilai spiritual sehingga wajib dijaga dan dilestarikan. ”Orang-orang tua kita dulu sering cerita ini petilasan Empu Supo. Empu zaman Majapahit yang pernah menemukan keris raja yang hilang,” bebernya. (fen)

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empu Supo dipercaya hidup pada abad ke 14. Pembuat keris ampuh masa peralihan era Kerajaan Majapahit ke Kerajaan Demak ini pernah berhasil menemukan keris pusaka kerajaan yang pernah hilang.

Keberadaan petilasan Empu Supo di Dusun/Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan seolah menjadi saksi keberadaan pembuat keris berilmu tinggi ini. Dia dipercaya hidup pada abad ke 14. Saat itu, masa peralihan kekuasaan era Majapahit ke Demak.

Empu Supo pun kini menjadi legenda yang dipercayai masyarakat Watesumpak dan Trowulan pada umumnya. Berdasar cerita rakyat setempat, Empu Supo adalah pembuat keris era Majapahit. Ketika muda, dia bernama Supo Mandrangi.

Berbekal ketekunannya, dia menjadi mahir membuat keris. Karya senjata tusuk bikinannya pun dikenal indah dan memiliki nilai isoteris tinggi. Tak jarang, keris karya Empu Supo menjadi masterpiece hingga pusaka raja atau bangsawan.

Menurut cerita rakyat pula, Supo Mandrangi juga bernama Raden Joko Supo. Dia salah satu putra Pangeran Sedayu. Kini daerah Sedayu diperkirakan berada di wilayah Gresik dan Lamongan.

Baca Juga :  Kisah Empu Supo Mencari Keris Pusaka Raja Majapahit yang Hilang

Kemahiran Supo Mandrangi dan adiknya yang bernama Supagati berniat untuk mengabdi pada Keraton Majapahit. Ketika itu, dia datang ke keraton, saat itu Majapahit sedang geger. Pusaka kerajaan yang bernama Kanjeng Kyai Sumelang Gandring hilang dari tempat penyimpanannya di gudang pusaka.

- Advertisement -

Ki Supo Mandrangi lalu dipanggil menghadap raja. Sang Raja bertitah, jika Mpu Supo sanggup menemukan kembali keris Kanjeng Kyai Sumelang Gandring, maka raja akan berkenan menerima pengabdiannya di Keraton Majapahit. Dan, raja akan menganugerahi berbagai macam hadiah.

Empu Supo akhirnya berhasil menemukan keris tersebut. Dia lantas diangkat menjadi abdi kerajaan, sebagai ahli pembuat keris. Selain itu, dia juga mendapatkan sejumlah hadiah baik berupa jabatan hingga tanah.

Soal pemberian hadiah ini, menurut penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, disebut-sebut dalam Prasasti Karang Bogem tahun 1367. Karena memenangkan sayembara membawa kembali keris penting Majapahit dan dihadiahi 100 jung ( 1 jung : 28.396 m2) berhak memerintah di wilayah itu.

Pengabdian Empu Supo kepada Raja Majapahit sering dikaitkan dengan keberadaan petilasan Empu Supo di Watesumpak, Kecamatan Trowulan. Maklum, wilayah Watesumpak dipercaya masuk wilayah kerajaan. Bahkan, di wilayah Watesumpak terdapat sejumlah tinggalan Majapahit. Itu seperti Candi Watesumpak, Candi Wringinlawang, hingga petilasan Empu Supo itu sendiri.

Baca Juga :  Arkeolog BPCB Jatim Bantah Temuan Beras Kuno

Di benak masyarakat Watesumpak pun tertancap cerita rakyat tentang Empu Supo. Tak sedikit pula yang masih uri-uri budaya dengan melestarikan tempat yang dipercaya sebagai petilasannya. Areanya berada di belakang Balai Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan Jalan Totok Kerot.

”Di sini, masyarakat masih uri-uri tinggalan leluhur Empu Supo. Memang petilasan, bukan makam. Jadi, mungkin dulu ini tempat beliau tirakat atau samadi,” ujar Masruhan, tokoh desa setempat.

Dirinya mengaku, sering mendapatkan cerita dari orang-orang tua zaman dulu, kawasan itu memiliki nilai historis yang tinggi. Bahkan, memiliki nilai spiritual sehingga wajib dijaga dan dilestarikan. ”Orang-orang tua kita dulu sering cerita ini petilasan Empu Supo. Empu zaman Majapahit yang pernah menemukan keris raja yang hilang,” bebernya. (fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/