Jelang Lebaran, Kondisi Rel Kereta Api Diperiksa
MOJOKERTO RAYA – Menjelang masa angkutan Lebaran yang berlangsung mulai pekan depan, kondisi rel kereta api (KA) di Mojokerto diperiksa. Pengecekan jalur dilakukan guna mengantisipasi gangguan perjalanan dan kecelakaan selama masa sibuk tersebut.
”Pengecekan lintas dilakukan dari Stasiun Surabaya Gubeng sampai Mojokerto dengan dengan melihat langsung kondisi rel, wesel, persinyalan, hingga fasilitas pelayanan di stasiun,” kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono, Senin (2/3). Menurutnya, masa angkutan Lebaran KA 2026 akan berlangsung pada 11 Maret sampai 1 April. Dari total 561.528 tiket yang disediakan di wilayah Daop 8, hingga pekan lalu sebanyak 222.556 di antaranya telah terpesan. Seluruh penumpang ditopang dengan 59 KA jarak jauh yang terdiri dari 49 KA reguler dan 10 KA tambahan.
Mengingat tingginya mobilitas dan lonjakan penumpang, inspeksi terhadap infrastruktur dan fasilitas KA ditingkatkan. Hal itu untuk mengantisipasi gangguan perjalanan serta potensi kecelakaan akibat kerusakan sarana dan prasarana. ”Menjelang angkutan Lebaran, kami ingin memastikan perjalanan kereta api tetap selamat, aman, dan nyaman,” tuturnya.
Di sisi lain, Mahendro juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas ngabuburit selepas sahur maupun menjelang buka puasa di sekitar rel. Menurutnya, aktivitas di jalur KA secara regulasi telah dilarang keras dalam Pasal 181 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
”Kami memahami bahwa Ramadan menjadi momen kebersamaan, termasuk kegiatan ngabuburit. Namun, kami kembali mengingatkan masyarakat di wilayah Mojokerto agar tidak menjadikan jalur rel sebagai tempat berkegiatan karena risiko kecelakaan sangat tinggi dan dapat berakibat fatal, baik bagi masyarakat maupun terhadap perjalanan kereta api,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, patroli keamanan di sepanjang jalur rel kini diintensifkan. Upaya sosialisasi lewat forum edukasi, sekolah, dan komunitas juga dilakukan untuk mencegah adanya kegiatan yang masih kerap ditemui tersebut. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah