- Wilayah Pacet-Trawas Masuk Zona Merah
- Tiga Hari Terjadi Dua Kali Insiden Longsor
PACET - Dalam pekan ini setidaknya dua insiden tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Pacet. Hal itu, sekaligus menandakan kawasan wisata andalan Kabupaten Mojokerto tersebut masih memiliki kerawanan tinggi terhadap potensi bencana. Kemarin (8/11) hal ini dibenarkan Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin.
Dia memaparkan, wilayah selatan Mojokerto yang meliputi, Kecamatan Pacet, Trawas, dan Kecamatan Gondang, terkategori rawan bencana tanah longsor. Aspek geografis ketiga kecamatan yang berada di kaki dan lereng Gunung Arjuno-Welirang menjadi salah satu faktornya. ”Memang sampai saat ini wilayah Pacet terkategori rawan bencana longsor,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Kamis (6/11) pagi, dua titik tebing di tepi Jalan Raya Dusun/Desa Cembor, mengalami longsor. Material longsoran berupa tanah dan batu menutup separuh akses Jalan Raya Pacet-Trawas hingga membuat arus lalu lintas sempat tersendat. Tanah longsor juga terjadi di kawasan Jalur Pacet-Cangar, Desa/Kecamatan Pacet, Selasa (4/11) sore atau dua hari sebelumnya.
Lereng di selatan jembatan Blok Lemah Bang mendadak ambrol. Longsoran berupa lumpur dan kayu menyumbat aliran sungai di kolong jembatan. Akibatnya, air sungai meluap ke permukaan jalan dan membuat arus lalu lintas tersendat. Untungnya, kedua insiden ini tidak sampai menimbulkan korban. Rinaldi menyebutkan, selain terkategori zona merah bencana longsor, kawasan selatan Kabupaten Mojokerto juga rawan dilanda banjir bandang, karhutla, dan angin kencang.
Beragam upaya mitigasi telah dilakukan BPBD untuk meminimalisir dampak bencana. Mulai dari memperbanyak desa tangguh bencana (destana) hingga 25 desa juga memasang 60 rambu permanen rawan bencana. ”Kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi bencana, terutama saat cuaca ekstrem terjadi,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga pekan depan wilayah Kabupaten Mojokerto diprakirakan bakal dibayangi cuaca estrem. BMKG Juanda merinci, hujan lebat berpotensi dibarengi sejumlah bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang bahkan hujan es.
”Potensi cuaca ekstrem ini diprakirakan terjadi pada periode 6-12 November. Dan saat ini memang mulai memasuki musim hujan,” terang Ketua Tim Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi