Petugas Evakuasi Material yang Tersangkut di Bawah Jembatan
KOTA - Aliran air Sungai Brangkal yang masuk ke wilayah Kota Mojokerto sempat terhambat akibat sampah. Kemarin (31/10), material berupa batang dan ranting kayu, plastik, hingga barang bekas ini diangkat seiring meningkatnya debit air setelah hujan.
Evakuasi tumpukan sampah melibatkan puluhan petugas gabungan dari DPUPR Perakim dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto. Sampah yang tersangkut tiang pada fondasi jembatan Jalan KH Usman, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon diangkat secara manual. ”Ada dua truk sampah yang diangkat,” ungkap Pengelola Sumber Daya Air DPUPR Kota Mojokerto Sumarianto.
Pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air yang bermuara ke Sungai Brantas tersebut. Terlebih, debit air sungai yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto ini mengalami peningkatan debit setelah beberapa hari turun hujan di wilayah hulu.
Akibat derasnya air, evakuasi masih belum bisa dilaksanakan secara optimal. Namun, dia menyebut pemantauan akan dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi adanya sampah yang tersangkut. ”Kalau hari ini (kemarin, Red) teman-teman turun semua, selanjutnya tetap akan dibersihkan agar tidak terjadi tumpukan sampah lagi,” pungkasnya. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi