KOTA - Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah Mojokerto menerima rujukan satu korban ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Selasa (30/9).
Pasien mendapat perawatan intensif karena mengalami cedera kepala akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
”Ya, ada satu pasien rujukan atas nama Muhammad, usia 15 tahun yang dirujuk tadi malam (Selasa, Red) sekitar jam 01.30,” ungkap Wakil Direktur Pelayanan Medik (Wadir Yanmed) RSI Sakinah dr Roisul Umam.
Santri asal Kabupaten Malang tersebut dirujuk setelah sempat mendapat perawatan dari RSI Siti Hajar, Sidoarjo.
Setibanya di RSI Sakinah, pasien langsung ditangani di ruang Intensive Care Unit (ICU). ”Karena pasien membutuhkan penanganan di ICU dan dokter bedah syaraf,” tuturnya.
Sebab, tutur dia, pasien mengalami cedera otak ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan musala di bagian kepala. Hingga sore kemarin, santri Ponpes Al-Khoziny ini masih dilakukan observasi ketat oleh tim medis di ruang ICU.
”Alhamdulillah kondisinya bagus dan sadar penuh, tapi sama dokter bedah syaraf kami masih diobservasi di ruang intensif,” imbuhnya.
Jika tetap stabil, pasien kemungkinan sudah bisa dipindah ke ruang rawat inap paling lambat hari ini. Karena kemarin pihak keluarga juga sudah berada di rumah sakit untuk memberikan pendampingan.
Umam menambahkan, RSI Sakinah diminta untuk terus stand by selama masih berlangsungnya proses evakuasi korban di Ponpes Al-Khoziny.
Rumah sakit yang dinaungi Nahdlatul Ulama (NU) ini juga menyiagakan ruang perawatan jika sewaktu-waktu dibutuhkan back up untuk menangani korban.
”Kami sudah dimasukkan grup rumah sakit-rumah sakit yang menangani insiden di Buduran. Jadi, kami siap jika diminta tolong untuk menerima rujukan,” tandasnya.
Sebagaimana dilansir jawapos.com, insiden tragis di Ponpes Al-Khoziny terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tiba-tiba ambruk saat para santri sedang melakukan salat Ashar di lantai dasar.
Hingga kemarin, proses evakuasi masih terus berlangsung untuk mencari korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan. (ram/ris)
Editor : Hendra Junaedi