Di antaranya mengakomodir masyarakat menuju pusat perdagangan hingga mal pelayanan publik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto Endri Agus Subiano menuturkan, meski pengoperasian Bus Trans Jatim Koridor III sepenuhnya menjadi kewenangan Pemprov Jatim. Namun, Pemkot Mojokerto telah mengusulkan agar rute dan penempatan halte dibangun di titik yang strategis.
Dan, sebut Endri, usulan tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari Dishub Provinsi Jatim sehingga langsung diterapkan sejak perdana mengaspal pada 18 Oktober lalu.
Untuk wilayah Kota Mojokerto, Bus Trans Jatim Koridor III melaju dari titik awal di Terminal Kertajaya dan melintas di Jalan Jayanegara, Jalan Pahlawan, dan Jalan Gajah Mada.
’’Pada rute keberangkatan ada dua halte,’’ terangnya, kemarin.
Masing-masing berada di Jalan Pahlawan yang menjadi kawasan industri. Sedangkan satu titik lainnya terletak di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada.
’’Dari halte MPP itu juga dekat dengan pasar tradisional dan pusat pemerintahan,’’ tandasnya.
Sedangkan dari arah sebaliknya, Bus Trans Jatim Koridor 3 melalui Jalan Gajah Mada dan belok kiri ke Jalan Empunala.
Dari Pasar Burung Empunala, armada dengan kapasitas 30 penumpang ini melintas Jalan Benteng Pancasila (Benpas), Jalan Kedungsari, Rest Area Gunung Gedangan, dan kembali ke Terminal.
Di sepanjang jalur tersebut, tutur Endri, terdapat tiga halte yang disiapkan. Salah satunya ditempatkan di Jalan Empunala.
Titik pemberhentian bus itu dipilih untuk menunjang pusat oleh-oleh dan objek wisata Pemandian Sekarsari yang rencana dibuka dalam waktu dekat ini. ’’Harapannya bisa mendukung tempat wisata,’’ imbuh dia.
Di samping itu, halte berikutnya akan didirikan di Jalan Kedungsari. Selain dengan pusat kuliner dan perbelanjaan di jalan Benpas, lokasi tersebut juga dipilih karena saat ini tengah dibangun sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) batik.
’’Kalau halte di Rest Area Gunung Gedangan kan sudah ada untuk bus koridor II juga. Tujuannya agar bisa meramaikan juga,’’ sebutnya. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah