Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Aksi Mogok Kerja Buruh Pabrik di Kutorejo Mojokerto Mandek Sementara

Martda Vadetya • Minggu, 22 Oktober 2023 | 04:03 WIB

UNJUK RASA: Sejumlah pekerja PT Prada Karya Perkasa, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, saat menggelar aksi demo mogok kerja, Kamis (19/10).
UNJUK RASA: Sejumlah pekerja PT Prada Karya Perkasa, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, saat menggelar aksi demo mogok kerja, Kamis (19/10).
Sempat Ricuh Kamis Lalu

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Unjuk rasa mogok kerja di PT Prada Karya Perkasa, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, berhenti aksi sementara selama tiga hari ini.

Setelah sebelumnya dikabarkan sempat terjadi gesekan dan berujung ricuh, Kamis (19/10).

Mandek sementaranya aksi ini lantaran masa menghormati upaya mediasi yang difasilitasi Polres Mojokerto.

”Jumat, Sabtu dan Minggu ini kita colling down, nggak aksi dulu. Kita hormati upaya pihak kepolisian yang berkenan memfasilitasi dengan audiensi dan menampung keluh kesah kami,” terang koordinator aksi, Nur Alfan Huda.

Dijelaskannya, hal tersebut menindak lanjuti adanya upaya mediasi yang diinisiasi Polres Mojokerto.

Yang sedianya, mediasi tersebut digelar Sabtu (21/10) di Mapolres namun tertunda karena alasan tertentu.

”Mediasi hari ini ditunda karena Kapolres sedang ada giat mendadak yang tidak bisa ditinggalkan. Kami masih menunggu kabar lebih lanjut. Senin (23/10) kita aksi akan kita lanjutkan,” ujar Ketua PC Serikat Pekerja Logam (SPL) Mojokerto, Sabtu (21/10).

Unjuk rasa mogok kerja yang dilakukan ratusan masa aksi ini mengusung satu tuntutan pokok. Yakni agar sekitar 250 masa aksi yang merupakan buruh pabrik plastik tersebut kembali dipekerjakan.

”Tujuannya, meminta supaya bisa kembali kerja. Kita tidak mau di PHK. Apalagi kita di-PHK karena hal yang tidak jelas, hanya karena memilih libur pada 17 Agustus lalu. Padahal, kalaupun saat tanggal merah itu kita kerja, oleh pabrik tidak dihitung lembur,” beber Alfan.

Selain itu, ada sejumlah alasan lain yang mendorong masa menggelar aksi. Termasuk hak kesehatan bagi para pekerja.

Soal adanya gesekan yang sempat terjadi Kamis (19/10), Alfan tak menampik.

Menurutnya, tidak ada aksi adu jotos antara masa aksi dengan pekerja lain maupun petugas.

UNJUK RASA: Sejumlah pekerja PT Prada Karya Perkasa, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, saat menggelar aksi demo mogok kerja, Kamis (19/10).
UNJUK RASA: Sejumlah pekerja PT Prada Karya Perkasa, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, saat menggelar aksi demo mogok kerja, Kamis (19/10).

”Cuma gontok-gontokan saja antara masa aksi dan teman-teman pekerja di dalam. Justru kepolisian yang memisah kami,” sebutnya.

Alfan menuturkan, hal itu terjadi karena kesalahpahaman antara pihak pendemo dan pekerja.

”Karena saat itu pintu gerbang besar dibuka, teman-teman masuk lewat situ. Jadi, tenda aksi kami dibongkar karena dianggap menghalangi jalan. Padahal sebelumnya teman-teman lewat pintu kecil. Memang ada provokatornya waktu itu, jadi tambah panas,” paparnya.

Terpisah, Kapolsek Kutorejo AKP Achmad Rochim melontarkan hal senada. Menurutnya, tidak ada kekerasan yang dilakukan petugas selama pengamanan aksi berlangsung.

Justru, petugas meredam masa aksi dan pekerja yang tengah bersitegang akibat pembongkaran tenda yang di depan gerbang.

”Dari kepolisian tidak ada tindakan yang mengandung unsur kekerasan sama sekali. Di situ, kami justru memisah masa aksi yang bersitegang dengan pekerja di dalam (gerbang),” ujar kapolsek. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#demo #pabrik #mojokerto #mogok kerja