Selain sudah tak layak jalan, Pemprov Jatim juga akan mengoperasikan Bus Trans Jatim koridor II dengan trayek Terminal Purabaya Bungurasih ke terminal Kertajaya Mojokerto mulai 19 Agustus nanti.
Sebanyak 20 armada bus modern telah disiapkan Dishub Jatim untuk bisa mengangkut penumpang.
Dengan kehadiran bus ini, maka 20 armada bus hijau yang masih bertahan melayani penumpang bakal dihentikan secara bertahap. Apalagi, kondisi bus dengan kapasitas 30 penumpang ini dinilai sudah tidak layak jalan.
Sehingga harus digantikan dengan moda transportasi yang lebih layak.
’’Sudah disiapkan 20 armada utama dan 2 cadangan Bus Trans Jatim Koridor II trayek Terminal Kertajaya ke terminal Purabaya Bungurasih dan sebaliknya,’’ ujar Kasi Dalops UPT LLAJ Mojokerto Dishub Jatim, Akhmad Yazid kemarin.
Dalam pelayanannya nanti, Bus Trans Jatim ini bisa memuat 30 penumpang dalam sekali jalan.
Waktu operasinya mulai pukul 05.00 pagi hingga 21.00 malam dengan jeda waktu antara satu bus dengan bus lainnya kisaran 15 menit hingga 30 menit.
Harga yang ditawarkan juga dinilai relatif terjangkau, yakni Rp 5 ribu untuk dewasa dan Rp 2.500 untuk pelajar.
Rute yang dilalui bus ini yaitu Jalan Bypass Mojokerto, Balongbendo, Pasar Krian, Trosobo, Sepanjang, Medaeng dan Terminal Bungurasih.
’’Bus Trans Jatim ini trayeknya terminal Kertajaya ke Purabaya atau sebaliknya. Kalau bus hijau, terminal Kertajaya ke Jayabaya dan sebaliknya,’’ imbuhnya.
Selain nyaman dan ber-AC, keunggulan Trans Jatim ini ada pada ketepatan waktu. Setiap bus sudah ditentukan durasi waktunya.
Bahkan, tidak diperkenankan mengangkut dan menurunkan penumpang di sembarang tempat. Namun wajib di 46 titik halte yang sudah disiapkan khusus sepanjang rute.
Di bypass Mojokerto, tiga halte sudah disiapkan, yakni di Gunung Gedangan atau depan kantor Dishub Kota Mojokerto, di simpang empat Sekarputih, dan simpang empat pabrik mertex.
’’Terbagi di sisi kanan dan kiri bypass mulai Mojokerto sampai Bungurasih,’’ imbuhnya.
Untuk bus hijau sendiri, Yazid mengaku masih membiarkan mereka beroperasi meski kondisinya kian memprihatinkan.
Itu pun bagi bus hijau yang izin trayeknya masih aktif. Sementara yang sudah nonaktif, secara otomatis dihapus dan tidak diperpanjang lagi.
Hal ini karena kondisi bus hijau sudah tidak laik jalan hingga mengancam keselamatan penumpang jika diteruskan.
’’Rata-rata usia armada bus hijau ini sudah 25 tahun lebih. Ada yang keluaran tahun 1995 hingga 1998. Sehingga secara kelayakan, sudah tidak bisa bersaing lagi dengan bus modern,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah