Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Antisipasi Kebakaran, Tiga Regu Damkar Kota Mojokerto Standby

Fendy Hermansyah • Selasa, 25 April 2023 | 18:45 WIB
SIAGA: Sejumlah mobil pemadam di UPT Damkar Kota Mojokerto. (Farisma Romawan/JPRM)
SIAGA: Sejumlah mobil pemadam di UPT Damkar Kota Mojokerto. (Farisma Romawan/JPRM)
Selama Mudik
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto menyiagakan sebanyak 24 petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk mengatasi persoalan kebakaran selama libur mudik mulai 18 April hingga 1 Mei nanti. Puluhan petugas tersebut akan standby selama 24 jam penuh guna mengantisipasi munculnya peristiwa bencana nonalam selama libur lebaran berjalan.

Kepala UPT Damkar Kota Mojokerto Joko Suwarno mengatakan, peristiwa kebakaran sejatinya tidak hanya diantisipasi saat mudik saja, melainkan juga setiap saat tetap disiagakan guna mengatasi kobaran api yang mengancam keselamatan masyarakat. Hanya saja, potensi munculnya kobaran api saat mudik justru kian tinggi seiring tingginya hilir mudik warga selama menjalani tradisi saat Hari Raya Idul Fitri.

Sehingga kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan menurun. ’’Sebenarnya setiap hari selalu siaga. Namun saat mudik, masyarakat lebih disibukkan dengan tradisi dari pada waspada terhadap sekitarnya. Jadi potensi munculnya kebakaran jauh lebih besar,’’ ujarnya. Nah, peningkatan tersebut yang disikapi damkar dengan menyiagakan 24 petugas selama mudik berjalan, terhitung mulai 18 April hingga 1 Mei.

Mereka terbagi menjadi tiga regu yang standby setiap 12 jam sekali memantau perkembangan. Untuk memudahkan koordinasi bersama petugas keamanan, tiga regu ditempatkan di satu pos, yakni pos pengamanan (pospam) Sunrise Mall Jalan Benteng Pancasila. ’’Setiap hari siaga selama 24 jam. Tiga regu nantinya akan dibagi standby di pospam setiap 12 jam sekali,’’ tandasnya.

Joko menambahkan, potensi kebakaran memang tidak bisa diprediksi kapan munculnya. Nah, untuk meminimalisir potensi bencana tersebut, pihaknya bekerja sama dengan linmas dan 18 kelurahan telah memberikan himbauan kepada masyarakat agar memastikan kondisi lingkungan rumahnya aman dari ancaman bencana nonalam tersebut. Khususnya di kawasan perumahan atau permukiman padat penduduk yang banyak ditinggal mudik.

Sehingga perlu dipastikan terkendali dari korsleting listrik hingga bocornya gas elpiji yang dapat memicu kebakaran hebat. ’’Sudah kami pasang pamflet peringatan di setiap poskamling untuk menjaga rumahnya masing-masing. Dengan mencopot perangkat listrik, kompor gas yang dapat menyulut api,’’pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#tol mojokerto #kabupaten mojokerto #Majapahit #pemkab #mojokerto kota #kota onde-onde #pemkot #trawas #pacet #sooko #pmk mojokerto #kerajaan majapahit #pemadam kebakaran #wisata mojokerto #kuliner mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #pmk #soekarno #trowulan #onde-onde