31.8 C
Mojokerto
Saturday, June 10, 2023

Di Kota, Dandim Kebagian Suntikan Pertama

Penyuntikan vaksin Covid-19 di Kota Mojokerto mulai hari ini. Secara simbolis, 10 orang Forkopimda menjadi sasaran penerima vaksin perdana. Tokoh pertama yang mendapat vaksin jenis Sinovac tersebut adalah Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawar Sutanto.

Kemudian, baru dilanjutkan secara perwakilan tenaga kesehatan (nakes). ”Jadi biar warga percaya sepenuhnya vaksin itu aman,” ujar Plt Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Mojokerto drg Maria Poeriani Soekowardani, Rabu (27/1). Pelaksanaan simbolis vaksinasi perdana tersebut dilakukan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto pukul 12.00 WIB.

Maria menuturkan, usai Forkopimda dan nakes disuntik, semua fasyankes langsung melakukan hal yang sama di tempat masing-masing, sesuai data yang disiapkan. Yakni, 23 titik lokasi faskes. Meliputi, 6 rumah sakit, 6 puskesmas, 6 klinik swasta, dan 5 praktik dokter. ”Satu fasyankes ada lima orang vaksinator. Jadi, jumlahnya keseluruhan ada sekitar 115 orang,” ungkap wanita yang kerap disapa Dani tersebut.

Dia menambahkan, hingga saat ini vaksin sudah didistribusikan semua ke seluruh fasyankes di Kota Mojokerto. ”Sudah kita distribusikan semuanya ke faskes yang sudah dijatah,” imbuhnya. Namun, dia mengakui memang masih ada beberapa faskes yang terpaksa menumpang untuk pengamanan jatah vaksin mereka di puskesmas. Dengan alasan belum memiliki freezer sendiri untuk menyimpan vaksin Covid-19 tersebut. Jatah vaksin setiap faskes berbeda-beda, sesuai dengan kapasitas yang diminta faskes.

Baca Juga :  Forkopimda Cek Kesiapan Alat dan Personel

Meliputi, RSUD 280 vaksin, RS Gatoel 200 vaksin, Puskesmas Mentikan 120, Puskesmas Kranggan dan Blooto masing-masing 40 vaksin, Puskesmas Wates dan Kedundung 80 masing-masing vaksin, serta Puskesmas Gedongan 160 vaksin. Terdapat 3.352 nakes yang akan mendapat jatah imunisasi masal tersebut. Terkait program e-ticket sebagai syarat melakukan vaksin, Dani menyatakan saat ini data nakes sesuai sasaran masih belum seratus persen.

Kendati demikian, pihaknya berupaya agar data nakes bisa tersinkronisasi hingga batas akhirnya, Rabu. ”Kemungkinan besok seratus persen sudah bisa melakukan vaksin semua nakesnya, karena ini masih ada penambahan terus,” tuturnya. Selain itu, untuk faskes yang saat ini masih ditutup lantaran lockdown, nakes yang dinyatakan negatif tetap mengikuti vaksinasi di faskes terdekat. Sehingga, seluruh nakes yang ada di kota bisa mendapatkan vaksin sepenuhnya.

Baca Juga :  Lejar Lur! 3.355 Buruh Pabrik Rokok di Mojokerto Digerojok BLT DBHCHT

Namun, bagi nakes yang sedang menjalani isolasi, terpaksa harus tetap menuntaskan masa karantinanya hingga selesai. ’’Vaksinator yang sudah ditentukan bisa melakukan dan yang isolasi mandiri tetap isolasi. Jadi, kami lihat dengan kemampuan dari masing-masing tenaga yang masih baik dan siap melaksanakan,” lanjutnya. Usai pencanangan vaksinasi Covid-19 yang digelar pertama kali di rumah sakit pelat merah tersebut, vaksinasi akan berjalan terus setiap hari.

Harapannya, proses vaksinasi tahap awal ini bisa terselesaikan pada minggu pertama Februari. Sehingga, usai vaksin habis DKP2KB, bisa langsung minta ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. ”Setiap harinya tetap akan ada vaksinasi. Dan itu kita kejar. Sehingga kita upayakan sesuai dengan jumlah yang dialokasikan akan selesai pada tanggal 6 Februari. Mohon doanya saja, agar semuanya berjalan lancar,” harap dia. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/