25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Kasus PMK Tembus Ribuan, Logistik Mulai Di-Dropping di Mojokerto

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Mojokerto tampaknya bakal berlangsung panjang. Ribuan alat pelindung diri (APD), disinfekatan, dan alat semprot baru saja di-dropping pemerintah pusat. Logistik itu diperkirakan mencukupi sampai akhir tahun.

Penyaluran logistik PMK oleh pemerintah pusat dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Dari penyaluran tersebut, kemarin (26/7) Kota Mojokerto menerima jatah sebanyak 1.600 set APD. Meliputi hazmat, masker, sarung tangan latex, dan hand sanitizer. Selain itu, logistik yang digelontor berupa 300 liter disinfektan dan enam unit sprayer atau alat penyemperot. ”Logistik ini nanti dibagikan ke dinas pertanian untuk penanganan PMK,” ujar Kabid Linmas Satpol PP Kota Mojokerto Suwarsono.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Tiba ke Tanah Air Usai Tunaikan Ibadah Haji

Menurutnya, logistik tersebut nantinya digunakan untuk kegiatan penyemprotan kandang sapi maupun rumah pemotongan hewan (RPH). Satpol PP selaku penyelenggara penanggulangan kebencanaan hanya berkoordinasi dengan jajaran BPBD untuk penambilan logistik.

Untuk selanjutnya, barang-barang yang sementara ini berada di kantor satpol PP bakal disalurkan ke dinas pertanian. ”Rencananya nanti kami serahkan karena yang melakukan penanganan ini kan disperta,” jelasnya. Warsono menyebut, dropping logistik ini merupakan yang pertama dari pemerintah pusat semenjak merebaknya kasus PMK.

Logistik dengan jumlah sama juga diterima BPBD Kabupaten Mojokerto pada Senin (25/7) lalu. Penggunaan logistik meliputi penyemprotan kandang milik peternak, pasar hewan, serta RPH. ”Kita pakai sendiri karena yang melakukan penyemprotan selama ini juga kita,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat.

Baca Juga :  Harga Daun Seledri Pacet Turun Menjadi Rp 5 Ribu

Selama tiga bulan terakhir melakukan penanganan PMK, logistik yang digunakan merupakan pengadaan saat penanganan Covid-19. Mengingat kasus penyebaran PMK yang sempat tinggi, saat ini jumlah logistik mulai menipis. Djoko memperkirakan, amunisi baru diterima pihaknya ini kemungkinan bakal terpakai hingga akhir tahun. ”Mungkin sampai Desember nanti masih mencukupi,” terangnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/