Warga di Mojokerto Diimbau Bersiap Hadapi Peningkatan Cuaca Ekstrem

- BPBD Kabupaten Endus Potensi Bencana Hidrometeorologi
- Tanggul Sungai Brangkal di Kota Mulai Diperbaiki
MOJOKERTO RAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mewanti-wanti masyarakat agar bersiap menghadapi peningkatan potensi cuaca ekstrem pada masa pancaroba ini. Menyusul, angin kencang memporak-porandakan wilayah tiga kecamatan pada Sabtu (31/10) lalu.
”Potensi bencana hidrometeorologi basah sekarang meningkat seiring wilayah Kabupaten Mojokerto sudah memasuki masa pancaroba,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin, Senin (2/11). Ia menjelaskan, fenomena angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang, merobohkan pagar, hingga merusak atap rumah minimarket tersebut.
Hempasan angin lebih dari 20 km/jam yang menyertai guyuran hujan tersebut menjadi salah satu indikator. ”Kemarin (Sabtu, 31/10) hujan disertai angin kencang itu fenomena yang sering terjadi di Jawa Timur, terutama saat musim hujan tiba,” terangnya.
Pihaknya mengimbau warga Mojokerto untuk mengantisipasi potensi bencana imbas cuaca ekstrem. Seperti banjir, tingginya intensitas hujan deras, tanah longsor maupun angin kencang. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan warga untuk memitigasi risiko bencana tersebut.
Pertama, dengan kerja bakti membersihkan selokan serta sungai dari sampah dan sedimen. Warga diminta berkomitmen tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air. ”Pastikan konstruksi rumah, terutama rangka atap beserta genting, dalam keadaan kokoh,” urai mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto ini.
BPBD juga mengimbau agar warga melakukan perantingan pohon di lingkup desa yang dianggap rawan tumbang saat terjadi hujan disertai angin kencang. ”Pantau prakiraan dan kondisi cuaca melalui aplikasi info BMKG dan Mojo Mandala sehingga bisa lebih waspada saat melewati kawasan rawan longsor dan angin kencang,” tukas Rinaldi.
Sementara itu, tanggul Sungai Brangkal di Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, yang ambrol sejak Maret lalu akhirnya diperbaiki. Seiring datangnya masa pancaroba, warga berharap pengerjaan tanggul segera tuntas.
Pantauan di lokasi Senin (2/11) menunjukkan proses perbaikan tanggul tengah berlangsung. Sejumlah pekerja tampak menggarap dinding tanggul yang sebelumnya longsor parah. ”Sudah semingguan ini diperbaiki,” kata Anton, warga setempat, Senin (2/11).



