
Gus Barra: Perlancar Perekonomian dan Urai Kemacetan Pusat Kota Mojosari
KABUPATEN - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, meninjau langsung proyek pelebaran jalan Panjer-Seduri, Kecamatan Mojosari senilai Rp 3,2 miliar, Senin (2/11) pagi. Betonisasi selebar 6-7 meter dari sebelumnya 4 meter ini sebagai upaya Pemkab Mojokerto mengoptimalkan akses perekonomian dan mengurai kemacetan yang selama ini berlangsung di jalan protokol.
Dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Yuni Laili Faizah, Bupati Albarra menyebutkan, selain untuk memecah kemacetan dan mendukung kegiatan perekonomian, pelebaran jalan Panjer-Seduri juga dimaksudkan untuk menunjang akses pendidikan, baik itu bagi pelajar MTsN 1 Mojokerto, maupun bagi para siswa SMAN 1 Mojosari.
”Pelebaran jalan ini adalah untuk mengurai kemacetan yang ada di Mojosari, sekaligus akses untuk menuju sekolahan. Jadi menunjang pendidikan. Itu juga akses menuju Pasar Mojosari, jadi menunjang pula perekonomian,” bebernya.
Menurutnya, sebelum pelebaran, ruas jalan Panjer-Seduri hanya selebar 4 meter. Kini setelah pelebaran menjadi 6 hingga 7 meter. Untuk panjang jalan yang dilebarkan sepanjang 1,4 kilometer (km) yang dibagi menjadi dua sesi pelebaran. Pada fase pelebaran pertama tahun ini pemda melakukan perbaikan sepanjang kurang lebih 680 meter.
Pada fase pelebaran kedua, Gus Bupati mengatakan akan segera dilaksanakan pada awal tahun 2027 mendatang. ”Jalan Panjer-Seduri ini sepanjang 1,4 km, kita lakukan bertahap. Tahun ini 680 meter dahulu, nanti sisanya di tahun 2027 awal. Pada saat awal nanti kita bisa langsung lelang untuk kerjakan kurangnya 700 meter lebih ini, nanti kita selesaikan. Kita sempurnakan,” terangnya.

Di pengujung sesi monitoring, Gus Bupati juga menyinggung terkait pembangunan infrastruktur Kabupaten Mojokerto ke depannya. Ia menyebutkan, yang kini turut menjadi fokus Pemkab Mojokerto adalah pembangunan jembatan Turi di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari. Jembatan yang menjadi penghubung antara Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo itu akan menelan anggaran sekitar Rp 74 miliar, bersumber dari Kementerian PUPR RI. ”Insya Allah tanggal 11 November 2026 kita akan mulai revitalisasi jembatan Turi. Anggarannya dari Kementerian PUPR, dengan jumlah anggaran Rp 74-75 miliar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah menambahkan, percepatan pembangunan ruas jalan Panjer-Seduri ini diproyeksikan untuk mengalihkan dan memecah arus kendaraan besar agar tidak menumpuk di pusat kota atau jalan protokol Mojosari. ”Harapannya, lalu lintas nantinya tidak sampai masuk ke tengah kota. Kendaraan-kendaraan besar bisa terurai dan tidak menumpuk di kawasan padat,” ungkapnya.
Selain peningkatan jalan, penataan drainase di tepi jalan ke depan juga menjadi perhatian utama untuk memaksimalkan daya tampung dan lebar jalan secara keseluruhan. Pelebaran jalan ini dinilai bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan, serta membuka peluang pertumbuhan usaha baru di wilayah Kabupaten Mojokerto. ”Transparansi dan pengawasan ketat dari berbagai pihak juga terus dikedepankan agar proyek ini berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran,” jelas Yuni. (ori/fen)



