25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Pemkab Mojokerto Cairkan Bansos, Ojol, dan Sopir Angkot Terima Rp 750 Ribu

Tangani Dampak Inflasi Kenaikan BBM

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto menggelontorkan dana Rp 680 juta bagi ratusan sopir angkot hingga ojek online (ojol) dan konvensional. Bansos yang dibagaikan dua tahap tersebut sebagai salah satu upaya pemda untuk menanggulangi dampak inflasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pembagian bansos tersebut mulai dicairkan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, kemarin. Dihadiri langsung Bupati Ikfina Fahmawati, proses pencairin dana bagi 779 sopir angkot hingga ojol se-Kabupaten Mojokerto itu berlangsung dengan lancar. ”Ini merupakan perhatian dari pemerintah bagi masyarakat yang bergerak di bidang pekerjaan yang tingkat kebutuhannya terhadap BBM itu tinggi. Dan ini merupakan instruksi dari presiden sebagai konsekuensi naiknya harga BBM,” ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Ikfina Fahmawati.

UNTUK MASYARAKAT: Bupati Ikfina Fahmawati saat menyapa dan berswafoto bersama driver ojol penerima bansos.

Masing-masing penerima bansos bakal menerima dana total senilai Rp 750 ribu. Pemkab menggandeng masing-masing penyedia jasa ojol hingga pihak desa untuk melakukan verifikasi calon penerima bansos. Tujuannya, agar bantuan tidak salah sasaran. Untuk mengoptimalkan penyaluran, Pemkab bekerja sama dengan Kantor Pos. ”Sudah melalui verifikasi dan validasi. Pada prinsipnya, kita berharap semua masyarakat Kabupaten Mojokerto yang berhak menerima kompensasi kenaikan harga BBM, dipastikan menerima. Bagi yang tidak bisa hadir hari ini (kemarin), bisa mengambil di Kantor Pos,” urai Ikfina.

Baca Juga :  Kepala Sekolah di Kota Mojokerto Dilatih Menulis

Bupati berharap, dengan adanya pencairan bansos tersebut mampu memulihkan perekonomian warga Kabupaten Mojokerto lebih cepat. Setelah dihantam pandemi Covid-19 yang sempat berimbas pada lemahnya daya beli masyarakat. Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menambahkan, setidaknya pemkab mengucurkan dana sekitar Rp 680 juta dari P-APBD Tahun 2022 untuk merealisasi bansos tersebut. Yang bakal dicairkan dalam dua tahap, kemarin dan Desember mendatang.

TANGANI INFLASI: Bupati Ikfina Fahmawat saat memberikan sambutan pembagian bansos ojol di kantor DPRKP2 Kabupaten Mojokerto.

”Sebenarnya mekanisme pencairannya ini setiap bulan. Namun kami jadikan dua tahap, tahap pertama ini mereka menerima Rp 500 ribu. Dan tahap kedua nanti, rencananya awal Desember, mereka menerima Rp 250 ribu,” sebutnya. Dari 779 penerima bansos ojol tersebut, rinci Rachmat, 20 di antaranya merupakan pekerja ojek konvensional dan 21 di antaranya sopir angkot. ”Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi para penerima dan agar mampu menggerakkan kembali roda perekonomi masyarakat,” tandas Rachmat.

Baca Juga :  Kabar Baru! Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Di sisi lain, Suhartatik, driver ojol wanita asal Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, mengaku bersyukur telah menerima bansos penanganan dampak inflasi kenaikan BBM tersebut. Terlebih, itu merupakan bansos pertama kalinya sejak lima tahun bekerja sebagai ojol. ”Berterima kasih sekali, ini bantuan pertama yang saya diterima,” sebutnya.

Datang bersama dua anaknya yang masih balita, dia berharap agar bansos bagi ojol, ojek konvensional dan sopir angkot tersebut tidak berhenti sampai di sini. Terlebih, orderan ojol yang diterimanya makin merosot sejak pandemi Covid-19 lalu. ”Rencananya ini mau saya belikan susu sama buburnya si kecil. Kami berharap bantuan ini terus berlanjut, bukan sekali ini saja. Karena orderan sekarang makin sepi dan banyak driver baru juga, jadi banyak saingan,” tandasnya. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/