25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Ancaman Longsor Intai Kawasan Wisata di Mojokerto

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Potensi bencana longsor masih mengintai kawasan wisata Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas. Selasa (24/1), batu berukuran besar runtuh dari tebing Jalan Raya Claket-Cembor, Kecamatan Pacet. Sepanjang tahun lalu terdapat enam kali kejadian longsor di Pacet.

Peristiwa batu longsor kemarin terjadi sekitar pukul 10.00. Batu utuh berdiamater sekitar 1,5 meter itu menutup separo ruas jalan. Material longsor tersebut menggelinding dari tebing di sisi selatan jalur wisata Claket-Cembor. ”Tidak ada korban, kejadian longsor pas sedang sepi pengendara,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat.

Arus lalu lintas sempat tertanggu akibat longsor. Pengguna jalan dari arah Pacet menuju Trawas ataupun sebaliknya harus bergantian. Petugas kepolisian bersama BPBD dan DPUPR langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi. Batu dengan ukuran besar itu akhirnya berhasil disingkirkan sekitar pukul 13.00. ”Karena ukurannya cukup besar tadi dievakuasi pakai alat berat milik DPUPR,” jelasnya.

Baca Juga :  Ekstrakurikuler Karate SMAN 1 Sooko Raih Juara 1 Internasional

Djoko menyebut, batu diduga longsor karena kondisi tanah yang labil. Hujan deras yang turun belakang membuat tebing yang mengelilingi jalur wisata itu rawan mengalami longsor. Pihaknya pun mewanti-wanti pengguna jalan supaya lebih berhati-hati saat melintas. Ancaman longsor perlu diwaspadai seiring puncak musim penghujan saat ini. ”Perlu selalu waspada apalagi musim hujan seperti ini,” ungkap dia.

Menurut Djoko, kawasan Jalan Raya Claket-Cembor termasuk titik rawan longsor. Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Mojokerto pada 2022, jalur penghubung Pacet-Trawas tersebut mengalami longsor sebanyak lima kali. Meliputi tiga kejadian tanah dan bebatuan longsor di Dusun Mligi, Desa Claket, tanah dan bebatuan longsor di Desa Cembor, serta tanah dan bebatuan longsor di Dusun Kambengan, Desa Cempokolimo. ”Kawasan ini memang sering mengalami longsor,” terangnya.

Baca Juga :  DPMD Kabupaten Mojokerto, 51 Kades Digembleng untuk Sejahterakan Masyarakat

Selain di jalur alternatif tersebut, tahun lalu peristiwa longsor juga sempat terjadi di Desa/Kecamatan Pacet. Batu utuh berukuran 1,5 meter runtuh tadi tebing setinggi lima meter dan menutup badan jalan penghubung Pacet-Cangar. Tak hanya kawasan wisata Pacet, Trawas pun juga tak lepas dari ancaman longsor. Seperti peristiwa tebing setinggi lima meter di Jalan Raya Desa Sukosari longsor hingga menutup separo ruas jalan pada 2021 silam.

Djoko menyatakan, sejumlah upaya terus dilakukan guna meminimalisir potensi dan dampak longsor. Rambu-rambu peringatan rawan longsor telah dipasang di sepanjang titik-titik rawan. Selain itu, langkah pencegahan dengan penguatan dinding penahan longsor juga segera dikerjakan oleh dinas terkait. ”Informasinya tahun ini akan dikerjakan untuk pembuatan dinding tebing di Pacet,” tandasnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/