25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Wali Kota Mojokerto Ning Ita Rangkul Guru untuk Tekan Kenakalan Remaja

Pada Seminar HUT Ke-77 PGRI Kota Mojokerto

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Puspitasari menaruh perhatian khusus untuk menekan angka kenakalan remaja. Untuk mewujudkannya, Pemkot Mojokerto merangkul segenap tenaga pendidik di Kota Mojokerto untuk bersinergi.

Itu disampaikan Ning Ita, sapaan akrab wali kota saat menjadi pembicara pada Seminar PGRI Kota Mojokerto Di aula lantai 4, Hall Prajna Wijaya Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, Kamis, (24/11). Kegiatan yang diikuti ratusan guru mulai jenjang TK hingga SMA/SMK itu juga dalam rangka memperingati HUT Ke-77 PGRI.

Ning Ita menyampaikan, persoalan kenakalan remaja menjadi salah satu atensi Pemkot Mojokerto untuk terus diminimalisir. Di samping stakeholder terkait, tenaga pendidik juga memiliki peran yang vital untuk membantu mengentaskannya. ”Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak bisa pemerintah bergerak sendiri, tidak bisa kepolisian, BNN bergerak sendiri,” terangnya.

Baca Juga :  Hadapi Pandemi, Bupati Serukan Ikhtiar dan Sabar
FORUM DISKUSI: Wali Kota Ika Puspitasari saat mengisi Seminar PGRI Kota Mojokerto di hall Prajna Wijaya MPP Gajah Mada, Kamis (24/11). (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)

Di samping berkewajiban memberikan pembelajaran, profesi guru juga memiliki tanggung jawab untuk mendidik. Peran itulah yang mampu menjadi langkah prevenif dalam mencegah anak-anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, perilaku seks bebas, hingga perbuatan melawan hukum lainnya.

Termasuk juga membendung degradasi moral melalui pendidikan karakter. Karena itulah, Ning Ita mengajak para guru untuk bersinergi untuk memecahkan persoalan kenakalan remaja bersama-sama. ”Saya ingin di forum ini terjadi diskusi dan hasilnya dapat saya rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti,” papar Ning Ita.

FORUM DISKUSI: Wali Kota Ika Puspitasari saat mengisi Seminar PGRI Kota Mojokerto di hall Prajna Wijaya MPP Gajah Mada, Kamis (24/11). (Rizal Amrulloh/Jawa Pos Radar Mojokerto)

Di sisi lain, imbuh wali kota, peran keluarga juga tidak bisa diabaikan. Karena orang tua juga memiliki kapasitas yang strategis dalam mengontrol buah hati masing-masing. ”Jadi, harus ada sinergi dengan kita semuanya,” tuturnya.

Baca Juga :  Pasar Lespadangan di Mojokerto Ganti Nama Menjadi Pasar Rakyat Bagusan

Pada seminar bertajuk Perlindungan Hukum dan Guru Sebagai Sebuah Profesi ini juga menghadirkan narasumber akademisi dan praktisi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Prof. Dr. Suyatno, M. Pd. Turut jadi pembicara pula Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto Joko Sutrisno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Amin Wachid, serta Ketua PGRI Kota Mojokerto Mulib. (ram)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/