25.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

85 Ribu KPM di Kabupaten Mojokerto Digelontor Tiga Bansos

Per KPM Dapat Rp 1,1 Juta, Menyasar Keluarga Prasejahtera

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan ribu warga miskin Kabupaten Mojokerto kembali digelontor tiga bantuan sekaligus, hari ini (24/11). Terdiri bantuan langsung tunia (BLT) BBM, bantuan program sembako (uang pengganti BPNT), dan PKH. Total, keluarga penerima manfaat (KPM) di penghujung tahun ini pun terima Rp 1,1 juta lebih.

Executive Manager Kantor Pos Mojokerto, Rendi Novian, mengatakan, penyaluran bantuan terhadap keluarga prasejahtera di Kabupaten Mojokerto dimulai hari ini (24/11). Dengan total penerima 85.573 KPM yang tersebar di 18 kecamatan. ’’Berbeda dengan sebelumnya, penyaluran melalui PT Pos kali ini ada tiga jenis bantuan sekaligus. BLT BBM, program sembako, dan PKH,’’ ungkapnya, kemarin.

Alhasil, para penerima bantuan di penghujung tahun ini capai Rp 1 juta per KPM. Rinciannya, Rp 300 ribu per KPM untuk jatah BLT BBM bulan November dan Desember, Rp 600 ribu per KPM bantuan program sembako untuk jatah Oktober, November dan Desember. Serta, PKH semester empat yang nominalnya paling sedikit Rp 225 ribu untuk satu komponen keluarga yang mempunyai anak SD. ’’Jadi, per KPM langsung menerima paling sedikit Rp 1,1 juta. Karena untuk penerima PKH, nominalnya berbeda-beda sesuai dengan komponen yang didapatkan oleh KPM,’’ bebernya.

Baca Juga :  MPLS SD Muhammadiyah Plus, Budayakan Cinta Lingkungan dan Literasi

Tingginya sasaran bantuan membuat mekanisme penyaluran ditempatkan di sejumlah titik untuk memecah kerumunan dan desak-desakan. Baik di kantor desa atau pun pendopo kecamatan. Dari 85.573 KPM, terbanyak ada di Kecamatan Ngoro dengan jumlah 7.122 orang, disusul Kemlagi 6.378, dan Trowulan sebanyak 6.257 warga.

Selanjutnya, wilayah Pungging ada 5.863 orang, Kutorejo 5.798 orang, Jatirejo 5.298 orang, dan Sooko 5.257 orang. Selebihnya angkanya di bawah 5.000 warga. ’’Penyalurannya besok (hari ini), ada yang di kecamatan dan desa untuk menghindari penumpukan KPM. Dan jadwal kami sesuaikan dengan permintaan pendamping,’’ bebernya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, menambahkan, banyaknya jumlah sasaran membuat pemda melakukan penyaluran secara bergelombang. Kali pertama menyasar dua kecamatan. Yakni, Bangsal dan Mojoanyar. ’’Tiap kecamatan bisa kita lakukan dalam satu hari, bisa juga dalam waktu dua hari. Kita menyesuaikan kemampuan tenaga di lapangan, karena kita betul-betul harus menghindari kerumunan lantaran situasi masih Covid-19,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Kelurahan Kranggan, Ngantri Santun untuk Perbaikan Gizi Atasi Stunting Anak

Sesuai juknisnya, penyaluran BLT BBM ini tak lain melindungi daya beli masyarakat prasejahtera akibat tekanan berbagai kenaikan harga secara global. Termasuk kebutuhan pokok di pasaran yang ikut terkerek naik imbas kenaikan BBM. Sehingga adanya BLT BBM ini dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian.

’’Skemanya para KPM langsung dapat uang tunai. BBM Rp 150.000 untuk November Desember, total Rp 300.000. Program Sembako Rp 600.000 untuk Oktober, November dan Desember, PKH nominalnya sesuai komponen. Jadi, PKH ini yang awalnya disalurkan melalui kartu, sekarang ikut tunai,’’ tegasnya. (ori/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/