25.8 C
Mojokerto
Sunday, December 4, 2022

Pemkot Mojokerto Masuk Nominasi IGA 2022 Kemendagri RI

JAKARTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari mempresentasikan inovasi unggulan Pemkot Mojokerto dalam lomba Innovative Government Award (IGA) tahun 2022 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Selasa (22/11). Di hadapan tim penilai, wali kota mengunggulkan inovasi Brantas Tuntas dan Gempa Genting.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota mengungkapkan, Brantas Tuntas atau akronim dari Berita Anak Terkini, Orang Tua Nyaman, Tenang, dan Puas adalah inovasi digital dalam bidang pendidikan yang digagas SMPN 5 Mojokerto. Melalui inovasi berbasis web dan aplikasi android ini, keluarga atau orang tua diajak untuk berperan aktif terhadap perkembangan proses belajar anak selama berada di lingkungan sekolah.

”SMPN 5 Mojokerto melahirkan inovasi dalam rangka memberikan ruang, akses untuk murid, orang tua, guru dan pihak sekolah, dalam berinteraksi melalui satu aplikasi bernama Brantas Tuntas,” papar Ning Ita saat presentasi di Ruang Sidang Utama Gedung A Lantai 3 Kemendagri RI, Jakarta, kemarin.

Dalam aplikasi tersebut, tersedia enam fitur utama. Yakni fitur kehadiran, penilaian, kegiatan, konsultasi, diskusi, dan galeri. Fitur-fitur terasebut dikelola oleh pihak sekolah yang berisikan terkait kegiatan siswa di sekolah. Baik akademis maupun nonakademis. ”Seluruh informasi yang disediakan bisa diakses real time oleh orang tua. Sehingga orang tua tidak perlu khawatir, karena bisa memantau apakah putra putrinya masuk kelas, ikut ekstrakurikuler, atau justru bolos,” terang Ning Ita.

Baca Juga :  Rujuk Pasien, Puskesmas Harus Sertakan Makanan

Sedangkan inovasi andalan Pemkot Mojokerto selanjutnya adalah Gempa Genting atau Segenggam Sampah Gawe Stunting. Terobosan nondigital besutan Kelurahan Prajurit Kulon ini dalam masuk dalam bidang kesehatan, ketahanan pangan, dan lingkungan.

Melalui inovasi ini, jelas Ning Ita, sampah organik yang dihasilkan rumah tangga tidak terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Karena masyarakat wajib membawa sisa sampah organik jika ingin mengurus pelayanan di Kelurahan Prajurit Kulon.

Sampah kemudian diserahkan ke petugas untuk pakan maggot atau larva lalat dari jenis Black Soldier Fly (BSF). Maggot yang kaya protein tersebut dimanfaatkan untuk pakan ikan lele yang dibudi daya di kolam bioflok. ”Semula hanya menggunakan pakan pabrikan, tapi sekarang 30 persen dari kebutuhan tadi digantikan dengan maggot,” beber wali kota.

Baca Juga :  Jasad Pria Tak Dikenal Terapung di Laut Ditemukan Wisatawan

Tak berhenti di situ, inovasi Gempa Genting juga berperan dalam upaya penurunan stunting di Kota Mojokerto. Karena hasil panen budi daya ikan lele yang dikolola melalui Kelompok Usaha Bersama (Kube) ini juga diberikan kepada keluarga yang memiliki anak stunting yang didistribusikan tiap seminggu sekali pada hari Jumat.

Ning Ita menyebut, program Gempa Genting turut mendukung upaya Pemkot Mojokerto dalam menurunkan angka stunting di Kota Mojokerto. Terbukti, saat ini Kota Onde-Onde berhasil menekan angka stunting hingga 6,9 persen atau terendah kedua secara nasional.

Sebagai informasi, Kota Mojokerto merupakan satu dari 40 pemerintah daerah yang masuk nominasi tahapan presentasi ajang IGA 2022. Tahapan itu dilaksanakan setelah para nominator berhasil melalui penjaringan dan pengukuran inovasi sebagai rangkaian penilaian.
Adapun para dewan juri pada tahap ini berasal dari Kemendagri, Kemenkopolhukam, Kemenko PMK, KemenPAN-RB, Kementerian PPN/Bappenas, BRIN, LAN, UI, UGM, Kemitraan Partnership, serta Kompas TV dan CNN yang mewakili unsur media massa. (ram/ron/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/