alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

DPUPR Kabupaten Mojokerto, Rutin Monitoring dan Evaluasi Proyek

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus program Pemkab Mojokerto. Untuk mewujudkan tertib penyelenggaraan konstruksi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meningkatkan monitoring dan evaluasi.

Kamis (22/9), bersama tim pengamanan pembangunan strategis (PPS), Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin langsung turun gunung. Setidaknya ada dua proyek strategis daerah (PSD) yang menjadi sasaran monitoring. Kali pertama menyasar jembatan Brejel II, Kecamatan Dawarbandong. Di proyek senilai Rp 2.310.240.000 yang dimenangkan CV. Karya Prima Nusantara asal Jombang ini, tim langsung melakukan mengintip spesifikasi bahan dan material, metode pekerjaan, progres disesuaikan dengan timeline pekerjaan. Termasuk, menggali permasalahan di lapangan. ’’Tujuannya supaya pembangunan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat guna,’’ ungkap Rinaldi.

Pun demikian di Pelebaran Ruas Jalan Pagerluyung–Canggu dengan nilai kontrak Rp 4.834.034.500 yang dimenangkan CV. Diajeng asal Kota Mojokerto. Proyek betonisasi dengan volume 6 meter x 1.534 meter bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) ini, Rinaldi bersama Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Mojokerto, Moch. Indra Subrata juga melakukan pengecekan di tiap sudut pengerjaan. Spesifikasinya pun mengikuti aturan DAK. ’’Laporan mingguan dari konsultan pengawas juga dicek. Ada paparan dari PPTK, ini memang rutin kita laksanakan supaya ada koordinasi dan komunikasi dari kami di PUPR, penyedia, pengawas, tim serta tim pendamping dari aparat penegak hukum,’’ papar mantan Kabag Pembangunan Setdakab ini.

Baca Juga :  Jembatan Kerap Disambar Truk, Jalan Bawah Jembatan Dikeruk

Setiap pekan, tim terus memantau progres pekerjaan melalui group WhatsApp. Baik dalam hal pelaporan dan dokumentasi. Untuk menjaga kualitas konstruksi tiap bangunan, secara internal DPUPR juga melakukan audit internal di setiap termin pembayaran di akhir pekerjaan. Hal itu agar apa yang dibayar benar-benar sesuai dengan realita yang ada di lapangan. ’’Biasanya pada saat pemeriksaan BPK nanti auditor BPK melihat dulu hasil audit internal Dinas PUPR, kemudian audit inspektorat untuk diselaraskan dengan hasil audit mereka,’’ jelasnya.

Sehingga temuan nantinya tidak terlalu besar dan memudahkan pelaksana dalam melakukan pengembalian apabila ditemukan kelebihan pembayaran. ’’Jadi ada kontrol yang berlapis di SOP di Dinas PUPR,’’ tambah Rinaldi.

Baca Juga :  Kabupaten Mojokerto Sandang Status Tanggap Darurat Bencana

Monitoring bersama tim PPS juga dilakukan di Peningkatan Ruas Jalan Wringinrejo-Kedungmaling, Rumah Aman, serta pemeliharaan berkala ruas Jalan Brangkal-Badung. Hasil monitoring, lanjut Rinaldi, progresnya sangat positif. Terbukti, semua proyek strategis daerah Dinas PUPR berdasarkan SK Bupati mencapai 5-15 persen lebih. ’’Yang sudah diperiksa progresnya belum ada yang minus, jadi kami optimis insyaallah selesai tepat waktu,’’ tuturnya.

Sebelumnya, Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto juga mendampingi sidak Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto ke dua proyek. Masing-masing, pelebaran ruas Jalan Segaran-Domas dan pelebaran ruas Jalan Kintelan-Padangasri. ’’Alhamdulillah semua sesuai spesifikasi dan progres pekerjaan on schedule. Yang Kintelan saat ini berhenti dulu menunggu umur betonnya 28 hari, kalau sudah kuat bisa dilewati truk molen,’’ tuturnya. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/