alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

78 Makam Masuk Daftar Kajian

Terkait Rencana Penyediaan Lahan Baru di Kota

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot telah menuntaskan pendataan tempat pemakaman umum se-Kota Mojokerto. Total terdapat 78 titik kompleks pemakaman yang tersebar di tiga wilayah kecamatan. Seluruhnya akan segera dilakukan kajian untuk rencana penyediaan lahan baru.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto Choirul Anwar mengungkapkan, tahap pendataan telah rampung dilakukan di tiga kecamatan. ”Sudah kami data di semua kecamatan, totalnya ada 78 tempat pemakaman di Kota Mojokerto,” terangnya, kemarin.

Dia merinci, Kecamatan Magersari menjadi wilayah terbanyak yang memiliki 34 titik tempat pemakaman. Masing-masing tersebar untuk pemakaman warga Kelurahan Wates sebanyak 10 makam, Balongsari 5 makam, Gunung Gedangan 6 makam, Kedundung 6 makam, serta Magersari dan Gedongan masing-masing 1 makam.

Selanjutnya disusul Kecamatan Prajurit Kulon yang memiliki 25 tempat pemakaman untuk warga di enam kelurahan. Meliputi Mentikan 6 makam, Surodinawan 5 makam, Pulorejo 5 makam, Blooto 5 makam, Kauman 3 makam, dan Prajurit Kulon 1 makam.

Baca Juga :  Wali Kota Layangkan Warning Proyek Facade Ambruk karena Terlalu Dikebut

Sedangkan, Kecamatan Kranggan menjadi wilayah dengan ketersediaan makam paling sedikit dengan 19 titik. Meliputi Kelurahan Miji 6 makam, Kranggan 4 makam, Meri 3 makam, Purwotengah 3 makam, Sentanan 2 makam, dan Jagalan hanya 1 makam. ”Tiap kompleks pemakaman juga kami data luas lahannya,” papar Anwar.

Dia menyebut, pendataan kompleks pemakaman tersebut guna menjadi pegangan untuk melakukan kajian terkait rencana penyediaan lahan baru. Sesuai rencana, tahap pengkajian akan segera digulirkan di masa Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Mojokerto 2022 ini. ”Setelah RKA (rancangan kerja dan anggaran) P-APBD selesai, kami langsung kerja sama dengan perguruan tinggi untuk melakukan kajian itu,” bebernya.

Mantan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakot Mojokerto ini menyebut, tahapan kajian akan menyentuh survei ketersediaan kapasitas di 78 titik lahan makam se-kota. Di sisi lain, juga menghitung angka kematian rata-rata di masing-masing kelurahan atau kecamatan. ”Dari kajian nanti akan diketahui tingkat urgensi kebutuhan penyediaan lahan makam.Segera akan terpetakan wilayah mana yang perlu segera dipersiapkan,” bebernya.

Baca Juga :  Dalami Makam Misterius, Polisi Bikit Sketsa Wajah

Anwar menyebut, hasil kajian juga akan dijadikan acuan untuk menentukan titik untuk penyediaan lahan baru. Sedianya, lahan pemakaman baru tersebut diperuntukkan sebagai tempat persemayaman bagi seluruh warga kota yang meninggal tanpa memandang status suku maupun agama.
Namun, sambung dia, tidak menutup kemungkinan pengadaan lahan pemakaman baru akan disebar di tiga wilayah kecamatan. ”Kami mengacu hasil kajian nanti, misal hasilnya harus tiap kecamatan, ya kami mencari tiap kecamatan. Tapi kalau rekomendasinya dipusatkan, berarti akan kami pusatkan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kondisi tempat pemakaman umum di Kota Mojokerto saat ini dalam keadaan kritis. Sebagian tempat persemayaman di kelurahan-kelurahan telah mengalami overkapasitas. Sehingga pemkot mulai melakukan kajian tahun ini yang akan dijadikan dasar penyediaan lahan pemakaman baru. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/