25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Kinerja Pengawas Proyek Dievaluasi, Ambruknya Pilar Facade Pemkot

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – DPUPRPRKP Kota Mojokerto langsung melakukan evaluasi proyek facade di gedung Sekretariat Kota (Setdakot) Mojokerto. Itu menyusul kejadian ambruknya bagian pilar proyek dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,5 miliar dari APBD 2022, kemarin.

Kepala DPUPRPRKP Kota Mojokerto Mashudi menyatakan, telah menerima laporan terkait ambruknya pilar bangunan dari proyek facade setdakot. Ditegaskannya, pejabat pembuat komitmen (PPK) juga diminta langsung mengevaluasi kinerja dari kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas proyek yang sedang proses pengerjaan itu. ”Sudah kita tindaklanjuti untuk mengevaluasi metode kerjanya dan pengawasnya juga,” terangnya.

Sebab, dari hasil penelurusan sementara, runtuhnya bagian bangunan diduga karena kelalaian kontraktor. Pasalnya, proses pembangunan pilar setinggi kurang lebih 4 meter itu dipasang secara simultan.

Padahal, ungkap Mashudi, proses pekerjaan yang menggunakan material batu bata seharusnya dilakukan secara bertahap. Namun, dalam pelaksanaannya ada indikasi dilakukan hingga ketinggian melebihi 2 meter dalam sekali pekerjaan. ”Laporan sementara langsung dinaikkan. Padahal di bawah belum kering, tapi di atasnya dikasih beban sehingga goyang,” sebutnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Perlindungan Jaminan Kesehatan Masyarakat

Akibatnya, bagian pilar dari proyek yang dikontraktori CV Ade Saputra itu ambruk. Selain rekanan pelaksana, DPUPRPRKP juga memberikan warning kepada konsultan pengawas CV Mulyo Makmur Consultant.

Pasalnya, terang Mashudi, ambruknya pilar bangunan juga tidak lepas dari faktor pengawasan yang dinilai kurang. ”Jadi, ini murni karena human error. Karena tidak termonitor oleh pengawas, sehingga terjadi seperti itu (ambruk),” papar mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini.

Karena itu, perbaikan bangunan ambruk masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana. Selain meminta agar puing reruntuhan segera dibersihkan, rekanan asal Sidoarjo juga diminta melanjutkan pekerjaan sesuai prosedur pelaksanaan. ”Secara perencanaan maupun spek konstruksi tidak ada yang salah, sehingga bisa tetap dilanjutkan,” imbunhya.

Baca Juga :  Penjualan Online Bagian Tubuh Satwa Dilindungi Dibongkar Aparat

Ambruknya pilar proyek facade juga memantik reaksi anggota dewan. Kemarin, Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto Agus Wahjudi Utomo turun langsung untuk meninjau pelaksanaan pekerjaan.

Agus juga memperingatkan kontaktor agar pelaksanaan proyek tidak dikerjakan asal-asalan. ”Ke depan, kualitas proyek harus lebih diutamakan. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa,” tandas politisi Partai Golkar ini.

Di sisi lain, pihaknya juga mendorong DPUPRPRKP untuk memberikan sanksi tegas apabila dalam pelaksaan pekerjaan ditemukan ketidaksesuaian dengan perencanaan. Begitu pula jika rekanan tidak bisa merampungkan tepat waktu agar dikenakan didenda. Sejak berkontrak 3 Juni lalu, pelaksanaan pekerjaan proyek facade Setdakot Mojokerto di-deadline tuntas 31 Oktober nanti. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/