25.8 C
Mojokerto
Sunday, June 11, 2023

Kelurahan Magersari, Gagas Gema Sehati agar Warga Sehat Jasmani dan Rohani

KELURAHAN Magersari, Kota Mojokerto menggagas program Gema Sehati. Inovasi yang merupakan akronim dari Gerakan Magersari Sehat Jasmani dan Rohani ini menjadi upaya dalam menyeimbangkan kesehatan masyarakat. Tak dari segi fisik, tetapi juga sehat secara mental hingga spiritual.

Lurah Magersari Suluh Setiadji mengungkapkan, program Gema Sehati merupakan inovasi baru di wilayahnya. Terobosan itu digagas atas dasar kepedulian sosial masyarakat. Sehingga, ia menggandeng warga untuk saling mengulurkan bantuan kepada yang membutuhkan. ”Jadi, tujuannya murni untuk kegiatan sosial,” tandasnya.

Kelurahan Magersari berkolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia Indah dan pembudi daya lele mandiri di Lingkungan Suronatan untuk menggulirkan program Gema Sehati. Melalui kegiatan swadaya masyarakat itu, sebagian hasil panen diberikan untuk mendukung kesehatan warga.

MANDIRI: Lokasi budi daya lele warga menggunakan sistem bioflok di Lingkungan Suronatan, Kelurahan Magersari, Kota Mojokerto.

Tak hanya untuk menunjang kesehatan fisik saja, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mental atau kejiwaan. ”Jadi mencakup semua, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani,” papar Suluh.

Baca Juga :  Pildarama Jawa Pos Radar Mojokerto, Memperebutkan Piala Bupati dan Wali Kota

Karena itu, salah satu yang menjadi prioritas untuk mendapat bantuan makanan sehat adalah balita stunting. Selain itu, hasil sayur-sayuran dan lele juga diberikan kepada kelompok masyarakat dari penyandang gangguan jiwa. ”Harapannya Gema Sehati ini bisa untuk pengentasan stunting dan pemenuhan makanan sehat bagi ODGJ (orang dengan gangguan jiwa),” ulas dia.

Selain disalurkan dalam kondisi segar untuk membantu tambahan gizi sehari-hari bagi keluarga stunting dan ODGJ, hasil dari KWT dan budi daya lele juga diberikan dalam bentuk makanan siap konsumsi.

TAMBAH NUTIRISI: Lurah Magersari Suluh Setiadji makan olahan dari hasil KWT dan budi daya lele di Kampung Gema Sehati bersama keluarga balita stunting, Kamis (17/11).

Secara swadaya, saat masa panen makanan akan diolah dan dinikmati bersama di Kampung Gema Sehati. Bahkan, sebagian hasil budi daya lele yang menerapkan sistem kolam bioflok juga disumbangkan untuk masjid sekitar.

Di samping makanan, juga terdapat produk jamu tradisional menyehatkan yang diproduksi anggota KWT Dahlia Indah. ”Ke depan, Kampung Gema Sehati ini juga akan kami kembangkan di semua lingkungan di Kelurahan Magersari,” imbuh pria yang baru lima bulan menjabat Lurah Magersari ini.

Baca Juga :  Apoteker Terimbas Kelangkaan Masker

Di antaranya di Lingkungan Magersai, Lingkungan Margosari, serta di Lingkungan Mulyosari. Suluh berharap, keberadaaan KWT dan budi daya mandiri warga juga mampu menciptakan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. ”Karena gerakan ini murni dari inisiatif masyarakat, maka kami harap bisa terus berjalan secara berkelanjutan,” tukas dia.

Di Kelurahan Magersari juga digelar secara rutin pemeriksaan kesehatan jiwa. Dengan dibantu tenaga kesehatan dari puskesmas setempat, kesehatan para penyandang ODGJ bisa tetap terpantau. ”Agar fisik dan mentalnya sehat, warga ODGJ juga kami jadwalkan untuk senam bersama,” ulas dia. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/