29.8 C
Mojokerto
Thursday, February 9, 2023

Polisi Buru Provokator Bentrok Dua Perguruan Silat

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus bentrok antar perguruan silat di Dusun Beru, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong terus didalami kepolisian. Tak hanya dugaan pengeroyokan, Satreskrim Polres Mojokerto Kota juga memburu provokator dalam peristiwa tersebut.

Hingga Senin (17/5), petugas telah memeriksa sedikitnya 15 orang yang ditangkap pada Sabtu malam (15/5). Berstatus sebagai saksi, 14 orang anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan seorang anggota Ikatan Keluarga Silat Puta Indonesia (IKSPI) Kera Sakti menjalani interogasi. ”Hari ini (kemarin, Red) sudah selesai pemeriksaan dan sudah kita pulangkan semua,” ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Hari Siswanto kemarin.

Dalam kasus ini, pihaknya belum menetapkan satu pun tersangka. Penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan keteraangan saksi masih terus dilakukan. Bahkan, bukan tidak mungkin pihak-pihak yang diperiksa masih terus bertambah. Pendalaman ini diperlukan guna mengetahui motif dibalik pengeroyokan tersebut. ”Bisa. Kemungkinan ada tambahan (saksi yang diperiksa),” katanya.

Baca Juga :  Pohon Beringin Tumbang, Tutup Askes Jalan

Ia menyebut, dalam kasus ini, terdapat dua perkara yang tengah diselidiki. Yakni, terkait dugaan pelanggaran Pasal 170 KUHP tentang aksi pengeroyokan. ”Yang kedua itu provokasi,” ujarnya. Penyelidikan perkara yang kedua dilakukan mengingat bentrok tersebut juga berasal dari informasi tidak benar yang beredar melalui grup whatsapp (WA). Dugaan penghasutan melalui media elektronik itu dinilai melanggar UU ITE.

Sebelumnya, dua remaja anggota IKSPI Kera Sakti mengalami luka-luka setelah dianiaya sejumlah kelompok pemuda anggota PSHT, Sabtu malam (17/5). Insiden tersebut bermula dari seorang anggota PSHT asal Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik yang mencari mangsa untuk menyalurkan hasrat balas dendamnya atas permasalahan yang dialaminya di Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Gresik sehari sebelumnya. Kondisi sempat kacau lantaran puluhan anggota PSHT ikut menggeruduk lokasi kejadian.

Baca Juga :  Penerima PKH di Kota Mojokerto Difasilitasi Inkubasi Wirausaha

Konvoi kendaraan itu dipicu tersiarnya kabar tidak benar tentang pengeroyokan anggota mereka yang terjadi di Dusun Tanjung, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong.Kabar tersebut berhasil menghasut kelompok silat yang identik dengan lambang daun waru tersebut untuk berkumpul. Petugas polsek maupun polresta akhirnya turun ke lapangan untuk melakukan pengamanan. Selain mengamankan 15 orang, sejumlah barang bukti juga disita. Seperti empat unit sepeda motor, satu buah samurai, sejumlah batu bata, serta kayu balok.(adi) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/