27.7 C
Mojokerto
Thursday, June 8, 2023

Sekadar Dugaan, Dinkes Harap Warga Tak Panik

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus Covid-19 jenis B117 yang masuk di Mojokerto pada November lalu masih menjadi dugaan awal. Sebab, dari kasus virus mutasi korona itu hanya menunjukkan gejala klinis dan belum diketahui kebenarannya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto memastikan virus mutasi korona tersebut hingga kini belum terdeteksi. Meski Dinkes Provinsi Jawa Timur (Jatim) sendiri sudah mengimbau untuk bersiap-siap menghadapi kedatangan virus ini. ’’B117 belum ditemukan karena belum ada juknis terkait itu. Tak dimungkiri memang bisa masuk ke Indonesia, tapi kita belum bisa ngomong gejala klinisnya karena semua kan tergantung hasil laboratorium,’’ ujar Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra, Rabu (17/3).

Baca Juga :  Pendaki Dilarang Bikin Api Unggun, BPBD Waspadai Potensi Kebakaran Hutan

Dia menuturkan, dari laporan harian memang banyak ditemukan kasus korona dengan gejala seperti B117. Namun, masih belum bisa dikatakan benar-benar sebagai kasus B117. Sebab, hasil laboratorium tentunya masih harus dilakukan analisa lagi. Bahkan, tak menutup kemungkinan jenis virus baru bisa keluar meski masih satu jenis. ’’Walaupun masih sama-sama berjenis Covid-19, tapi kan substansinya berbeda,’’ ungkapnya.

Dia mengaku sudah mengambil langkah terkait kedatangan virus ini. Yakni, dengan antisipasi identifikasi gejala maupun penyembuhannya. Kendati demikian, tetap saja virus ini bakal ditangani dengan cara yang sama seperti korona jenis Wuhan dan D164G. Seperti menjalani masa isolasi dan wajib melakukan swab PCR. ’’Nggak perlu kaget, kan virusnya tetap korona juga. Penanganannya jelas ya sama juga,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kuota PPPK Berpotensi Bertambah Hanya Diprioritaskan Formasi Guru

Dia menegaskan, jika memang benar-benar positif ditemukan kasus B117, Dinkes Provinsi Jatim pastinya akan memberikan warning bagi seluruh daerah lengkap beserta petunjuk teknisnya. Disinggung terkait kurun waktu mutasi sebuah virus, Langit menjelaskan bahwa lama berkembangnya suatu virus tidak dapat ditentukan.

Bahkan, dalam seminggu saja virus sudah bisa bermutasi. Semuanya tergantung dari tingkat kekebalan. Dia mencontohkan virus tak ubahnya seperti manusia yang mencari jalan keluar. Jika jalan tersebut ditutup, pastinya akan mencari jalan keluar lainnya hingga bisa menjadi mutasi. ’’Makanya dengan kewaspadaan ini, kami minta masyarakat tetap kembali patuh untuk menjaga protokol kesehatan (prokes) dan kurangi bepergian ke luar daerah kalau tidak perlu,’’tukasnya. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/