29.8 C
Mojokerto
Thursday, February 9, 2023

Tarif Angkot Tak Bergerak

Disuntik BLT, Anggaran Bertambah Jadi Rp 15,8 M

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto menambah porsi bantuan sosial (bansos) menjadi Rp 15,8 miliar di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2022 ini. Kenaikan yang mencapai kisaran 21 persen dari rencana semula Rp 13,1 miliar itu dialokasikan untuk memberi bantuan langsung tunai (BLT) hingga subsidi transportasi bagi warga terdampak kenaikan harga BBM.

Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengungkapkan, penambahan alokasi anggaran bansos untuk mengantisipasi inflasi dampak kenaikan harga BBM. Sehingga, pemkot menyiapkan sejumlah program bantalan ekonomi yang akan direalisasikan di sisa tiga bulan terakhir tahun anggaran 2022 ini. ’’Sudah kami hitung kebutuhannya sekitar Rp 2,3 miliar lebih,” tandasnya.

Dari anggaran tersebut, ploting tertinggi untuk penyaluran BLT yang menyasar sekitar 2.500 keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum tercover pemerintah pusat. Masing-masing diberikan Rp 200 ribu per bulan yang disalurkan selama periode Oktober-Desember.

Baca Juga :  Jembatan Kerap Disambar Truk, Jalan Bawah Jembatan Dikeruk

Selain itu, BLT juga disalurkan kepada 1.263 pengemudi ojek online (ojol) yang dijatah Rp 200 ribu untuk satu kali penerimaan. ”Jadi, utuk bansos tunai sudah dialokasikan kurang lebih Rp 1,8 miliar,” paparnya.

Sedangkan sisanya, sebut dia, dialokasikan untuk program penanganan dampak inflasi lainnya. Antara lain menyediakan fasilitasi transportasi guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Fasilitasi yang diperuntukkan bagi pedagang ini diberikan dengan menanggung biaya transportasi barang. Namun, fasilitasi transportasi direalisasikan jika terjadi lonjakan harga bahan pangan di pasaran. ”Di samping itu, skema lainnya juga kami siapkan operasi pasar. Karena ada beberapa komoditi yang teridentifikasi sangat rentan terjadi kenaikan harga akibat kenaikan BBM,” imbuhnya.

Baca Juga :  Permudah Izin dengan Mojokerto Idaman, Ning Ita Buka Pintu Investasi di Kota

Belanja bansos juga disalurkan dalam bentuk subsidi BBM pada angkutan umum.Tercatat, di Kota Mojokerto terdapat 42 armada angkutan yang masih eksis. Meliputi 15 lyn A dan 27 lyn B. ”Subsidi transportasi angkutan umum ini untuk menutup selisih kenaikan biaya operasional akibat harga BBM,” sambung Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto Endri Agus Subianto.

Karenanya, masing-masing armada akan menerima nilai subsidi transportasi yang berbeda. Sebab, perhitungannya didasarkan dari jarak tempuh trayek dan intensitas operasional harian.

Endri Agus menyebut, dengan penyaluran subsidi BBM tersebut, maka tarif angkutan umum tak akan bergerak atau tidak mengalami kenaikan. ”Nanti kita hitung pemakaian BBM-nya berapa, selisih harga lama dan harga BBM sekarang itu yang kita subsidi,” tandas dia. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Suami Dipenjara, Istri Curi Motor

Agenda Sidang PN Dihapus

Artikel Terbaru

/