25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

KAP Kaji Penyertaan Modal BPRS

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto menyebut akan segera merealisasikan penyertaan modal pada BPRS Mojo Artho. Saat ini, kantor akuntan publik (KAP) telah melakukan kajian investasi.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto Sumaljo menyatakan, KAP yang sebelumnya telah ditunjuk Wali Kota Ika Puspitasari untuk melakukan kajian investasi kini sudah mulai berjalan. ”Ya, sudah mulai kerja mereka (KAP, Red). Sekarang masih tahap mengkaji,” terangnya kemarin.

Namun, Sumaljo menyatakan belum bisa memastikan kapan proses kajian investasi tersebut bisa terselesaikan. Hanya saja, sebut dia, lembaga akuntan publik bakal melakukan kajian dengan durasi sekitar 14 hari. ”Biasanya memang kurang lebih dua minggu, tapi perkiraan,” tandasnya.

Baca Juga :  Biaya Parkir Wisata Dlundung Mojokerto Dikeluhkan

Dikatakannya, hasil kajian dari KAP nantinya bakal dijadikan sebagai bahan masukan kepada tim penasihat investasi sebelum mencairkan penyertaan modal pada BPRS Mojo Artho. Bantuan berupa uang tunai itu telah dialokasikan sebesar Rp 6,4 miliar di tahun anggaran 2022 ini. ”Jadi, hasilnya dari KAP nanti kami sampaikan ke tim penasihat investasi untuk dikaji. Baik terkait portofolio, kemudian risiko, dan semuanya,” imbuhnya.

Mantan Auditor Madya Kantor Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi DKI Jakarta ini menyatakan telah menyusun kerangka tim untuk ditetapkan sebagai penasihat investasi. Disebutkannya, pembentukan tim tersebut menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui untuk merealisasikan penyertaan modal pada badan usaha milik daerah (BUMD).

Sumaljo menyebut, pembentukan tim penasihat investasi sebagaiamana diamanahkan Peraturan MEnteri Dalam Negeri (Permendagri) 52/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Investasi Pemerintah Daerah. Selain itu, juga dituangkan pada Perwali Kota Mojokerto 86/2014 tentang perubahan atas Perwali 54/2014 tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemkot Mojokerto pada BUMD. ”Makanya kami paralel. Sementara KAP berproses, kami juga sedang mengusulkan pembentukan tim penasihat investasi,” papar dia.

Baca Juga :  Junaedi Menerima Jatah Rp 5 Juta dari Abdullah Fanani

Seperti diketahui sebelumnya, Pemkot Mojokerto masih memiliki kewajiban untuk menuntaskan penyertaan modal kepada BPRS Mojo Artho. Dari total penyertaannya mencapai Rp 31,6 miliar, secara kumulatif pemkot telah merealisasi sekitar Rp 25,1 miliar terhitung sejak 2009-2021. Sehingga, masih tersisa Rp 6,4 miliar yang akan disetorkan ke bank pelat merah di tahun ini. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/