25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Imbas Tiga Proyek Digarap Bersamaan, Kunjungan Alun-Alun Dibatasi

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga proyek fisik di alun-alun telah digulirkan dalam waktu bersamaan. Akibatnya, kunjungan di ruang terbuka yang menjadi landmark Kota Mojokerto itu terpaksa diberlakukan pembatasan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Bambang Mujiono menegaskan, kunjungan wisata di alun-alun masih tetap dibuka bagi masyarakat umum. Hanya saja, area kunjungan dibatasi karena sedang dilaksanakan pekerjaaan dari tiga proyek fisik. ”Karena pelaksanaan, jadi dibatasi,” terangnya, kemarin (14/8).

Pembatasan dilakukan di masing-masing area yang menjadi lokasi proyek. Di antaranya di sekitar gerbang selatan Alun-Alun Kota Mojokerto. Di lokasi tersebut kini telah ditutup total karena dilaksanakan pekerjaan proyek Skywalk Mojopahit.

Di waktu bersamaan, di sisi selatan alun-alun juga menjadi titik lokasi dimulainya pekerjaan rehabilitasi saluran air dan trotoar. Kedua proyek ini dinaungi Dinas Pekerjaan Umum, Penetaan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto. ”Dua pekerjaan ini di luar (area alun-alun),” ujarnya.

Baca Juga :  Belasan Rumah di Sumbawa Dilalap Si Jago Merah

Sehingga, akses dari sisi selatan alun-alun ditutup sementara selama pelaksanaan proyek berlangsung. Setidaknya, pembatasan kunjungan dilakukan sampai dengan Desember menyesuaikan deadline proyek Skywalk Mojopahit dengan nilai kontrak mencapai Rp 7,9 miliar ini.

Sedangkan pekerjaan rehabilitasi saluran dan trotoar ditarget lebih cepat pada 10 November. Namun, proyek dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender ini menyentuh jalur pedestrian yang mengelilingi alun-alun.

Saat ini, baru sebagian pekerjaan yang dilaksanakan. Yakni di sisi selatan dan timur alun-alun. Bambang menyatakan akan berkoordinasi dengan DPUPRPRKP terkait teknis pelaksanaannya rehabilitasi trotoar apakah masih memungkinkan untuk tetap dibuka kunjungan. ”Nantai saya omongkan lagi sama dinas PUPR,” imbuh Bambang.

Baca Juga :  Ubah Paradigma Pembangunan untuk Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi

Sedangkan satu pekerjaan fisik lainnya adalah pembangunan lanjutan tugu dan kolam Alun-Alun Kota Mojokerto. Namun, pekerjaan yang dinaungi DLH dengan nilai kontrak Rp 2,7 miliar ini tidak berdampak signifikan dengan pembatasan kunjungan. Karena titik lokasinya hanya fokus di area tengah alun-alun. ”Karena lokasinya di dalam,” imbuhnya.

Dengan digulirkannya pelaksanaan pekerjaan tiga proyek fisik secara bersamaan, praktis alun-alun kini hanya bisa diakses dari sisi utara dan dari Masjid Agung Al-Fattah atau sisi barat. Itu pun, area kunjungan terbatas karena sudah ada alat berat dan pekerja proyek. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Apresiasi Curhat Ning Ita

Syarat Ketat Jadi Kendala

Artikel Terbaru

/