alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

Ulambana, Doakan Arwah Leluhur Umat Buddha

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Umat Buddha di Kabupaten Mojokerto menggelar ritual Ulambana di Mahavihara Majapahit di Dusun Kedung Wulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, kemarin. Ritual ini sebagai bentuk doa keselamatan untuk roh leluhur maupun keluarga yang sudah meninggal. Baik yang dikenal atau tidak oleh umat Buddha.

Prosesi Ulambana dimulai sekitar pukul 10.00 pagi dan diawali dengan pembacaan doa bersama. Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Jawa Timur, Irwan Pontok mengatakan, sembahyang rebutan merupakan sebuah tradisi rutin setahun sekali. Diselenggarakan tepat pada tanggal 15 bulan ke-7 penanggalan Imlek. ’’Kami punya tradisi menyembayangi arwah pada waktu bulan purnama bulan tujuh Lunar (penanggalan imlek, Red),’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ajukan Sertifikasi untuk Amankan Aset Daerah

Secara khusus, sembahyang ini bertujuan mengirimkan doa dan pembekalan kepada roh leluhur umat buddha yang telah tiada. Namun, secara umum juga untuk mendoakan arwah semua makhluk di alam semesta.

Dalam tradisi Ulambana, masing-masing umat menyumbangkan sejumlah barang kebutuhan pokok yang biasa mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Termasuk juga benda-benda simbolik seperti uang kertas, makanan dan pakaian untuk diserahkan ke wihara. Barang-barang kemudian ditaruh di replika kapal kertas untuk kemudian dibakar.

Replika Kapal disimbolkan sebagai pengantar barang-barang tersebut untuk disampaikan ke arwah leluhur. Tujuan pemberian sesajian ini untuk bekal para selama berada di alam mereka. ’’Bisa aja saja dipersembahkan di perayaan upacara ini (Ulambana, Red). Dan ditujukan kepada siapa arwah leluhur atau arwah kenalan kami, semua bisa kami persembahkan untuk didoakan dan diberikan bekal,’’ pungkasnya. (far/ron)

Baca Juga :  Ikuti Google Map, Nyaris Masuk Jurang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/