alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

Kucuran BOP Ponpes di Mojokerto Masih Buram

Kemenag Kabupaten Sebut Juli Harusnya Sudah Cair

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) lembaga pendidikan nonformal di kabupaten terancam molor. Pasalnya, hingga bulan ini, dana BOP yang dialokasikan untuk Madrasah Diniyah (Madin), TPQ, dan pondok pesantren tersebut belum terealisasi.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Muhibbudin menjelaskan, sampai saat ini, dana BOP yang diusulkan melalui Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur itu masih belum bisa dibagikan ke masing-masing lembaga. Padahal, dana BOP yang harusnya cair Juli lalu, hingga kini statusnya masih dalam proses menunggu SK (Surat Keputusan) dari Kanwil Kemenag Jatim.

’’Anggarannya itu nanti langsung ditransfer oleh Kanwil Provinsi. Harusnya Juli sudah cair, tapi nggak tahu kenapa kok belum cair,’’ ujarnya.

Baca Juga :  1,47 Juta Nakes akan Terima Vaksin Dosis Ketiga

Sesuai data tahun ini, lembaga nonformal di kabupaten terdiri dari, 1.761 TPQ, 681 madin, 175 ponpes serta 10 lembaga PKPPS (Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah). Namun, dari jumlah keseluruhan lembaga ini, dipastikan belum semua bisa mendapatkan BOP. Itu dikarenakan anggaran dan jumlah kuota penerimanya terbatas.

’’Diusulkan semua, tapi kita tidak bisa bilang semua akan menerima. Nanti, keputusannya yang dapat langsung ditentukan dari Kanwil, karena anggaran dan kuota penerimanya terbatas,’’ jelas dia.

Menurut dia, tahun lalu, lima lembaga yang mendapatkan dana BOP. Adapun besaran BOP untuk masing-masing lembaga berbeda. Dia merinci, untuk ponpes dan PKPPS, dana alokasi yang diterima sebesar Rp 20 juta. Sedang untuk lembaga Madin dan lembaga TPQ dialokasikan sebanyak Rp 15 juta. ’’Harapannya, tahun ini bisa bertambah untuk jumlah penerimanya,’’ sebut dia.

Baca Juga :  Usut TPPU MKP, KPK Kembali Periksa Pejabat Pemkab

Disinggung terkait informasi pencairan, Muhibbudin membeberkan dana BOP diperkirakan baru cair September atau Oktober nanti. Itu akan ditransfer ke rekening masing-masing lembaga. Adapun, sambungnya, BOP ini nantinya digunakan untuk membantu biaya operasional madrasah. Seperti membayar tenaga pendidik, keperluan belanja alat tulis dan lain-lain di luar biaya pembangunan. ’’Ya, doakan saja, Kanwil bisa mempercepat SK (BOP) segera turun dalam waktu dekat ini,’’ pungkasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/