29.8 C
Mojokerto
Wednesday, November 30, 2022

Pelajar Soroti Korupsi hingga Kasus NWR

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan pelajar yang tergabung dalam IPPNU, IPNU, dan Gusdurian Mojokerto, menggelar aksi peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, di depan kantor Pemkab Mojokerto, kemarin. Selain menuntut birokrasi bersih dari korupsi, massa juga menyoroti kasus NWR, mahasiswi yang bunuh diri asal Desa Japan, Kecamatan Sooko.

Kordinator aksi M Aqim Al Mizan menjelaskan, aksi long march dari gedung Pemkot hingga Pemkab Mojokerto itu sekaligus menjadi fungsi kontrol dan pengawasan para pelajar terhadap kinerja pemerintah. ’’Bukan berarti kita sebagai pelajar itu cuma duduk diam di bangku sekolah saja. Kami mendorong pemerintah agar konsisten mewujudkan birokrasi yang bersih dari korupsi,’’ katanya di sela-sela aksi.

Dalam setahun terakhir, sejumlah kasus korupsi di Bumi Majapahit berhasil dibongkar penegak hukum. Di antaranya, dugaan kasus korupsi dana desa (DD) tahun anggaran 2019 Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo.

Baca Juga :  Terminal Mulai Padat Hari Ini

Oktober lalu, Mapolres Mojokerto menahan mantan Kades Dukuhngarjo Ali Irsyad dan mantan Sekdes Manting, Supendik. Dan, 2 Desember lalu, kasir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Kecamatan Jatirejo, Maretik Dwi Lestari, 33, ditahan Kejari Kabupaten Mojokerto. Usai menilap uang setoran senilai Rp 464 juta untuk kepentingan pribadinya.

Para pelajar ini mewanti-wanti aparat agar tak terjerumus dalam tindak korupsi melalui orasi dan aksi teatrikal. Menurutnya, korupsi bukan hanya sekadar memakan uang rakyat. Melainkan kinerja pemerintah dan penanganan kasus yang tak sesuai prosedur juga membuka peluang praktik korupsi. ’’Kami turut prihatin. Praktik korupsi semakin menghambat pembangunan di daerah maupun di negera ini,’’ ungkapnya.

Tak hanya itu. Mereka turut menggalang donasi untuk meringankan beban korban letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Kordinator Gusdurian Mojokerto Imam Maliki menambahkan, suara dari kalangan pelajar ini bisa menjadi pelecut pemerintah dalam memerangi korupsi. Menurutnya, salah satu bentuk perlawanan terhadap praktik korupsi itu demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa.

Baca Juga :  Diikuti 159 Wisudawan, Siapkan Lulusan Berkompetensi Bidang Kesehatan

Ditegaskannya, Hari Antikorupsi Sedunia ini juga menjadi momentum pemerintah turut mengawasi penyaluran bansos hingga bantuan korban bencana alam. ’’Pemerintah juga harus andil dalam hal ini. Bukan hanya menyalurkan bantuan tapi juga mengawasi, agar tidak terulang kembali adanya korupsi uang bantuan untuk para korban bencana,’’ tandasnya.

Puluhan pelajar itu juga menggelar doa bersama bagi korban letusan Gunung Semeru dan almarhumah NWR, 23, mahasiswi asal Kecamatan Sooko yang nekat mengakhiri hidup di atas makam ayahnya. ’’Dan satu lagi, semoga hukum bisa ditegakkan, supaya kasus itu bisa diusut tuntas, dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal,’’ ujar Maliki. (vad/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/