alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

Tinggal Empat Bulan, Delapan Proyek Sekolah di Mojokerto Mulai Dilelang

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sejumlah proyek prioritas pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB) di Kabupaten Mojokerto mulai disorong ke meja lelang. Anggaran pembangunan proyek prioritas ini sebesar Rp 8 miliar.

Kabid Sarana dan Prasarana Sekolah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Adi Mahendarto mengatakan, tahun ini, ada delapan proyek prioritas pembangunan RKB dan USB yang segera dilaksanakan. Progres pelaksanaan delapan proyek yang bersumber dari APBD tersebut kini masih dalam tahap lelang di ULP (Unit Pelayanan Pengadaan). Adapun, pembangunannya menyasar TK, SD, maupun SMP. ”Sudah masuk di ULP. Sudah ditayangkan Jumat siang (5/8),” ujarnya.

Adi menjelaskan, delapan proyek tersebut di antaranya pembangunan RKB di SMPN 2 Kutorejo, SMPN 1 Mojoanyar dan SMPN 2 Dlanggu dengan nilai pagu masing-masing Rp 387,5 juta. Sedangkan, pembangunan RKB di SMPN 2 Kemlagi menelan anggaran paling besar. ”Kalau yang SMPN 2 Kemlagi Rp 1,2 miliar,” sebut dia.

Baca Juga :  Wapres Sebut Perlu Gerakan Terkoordinasi Tangani Terorisme dan Radikalisme

Selain itu, lanjut Adi, ada dua TK yang juga mendapatkan proyek USB di wilayah Kecamatan Dawarblandong dan Mojosari. Keduanya digerojok dengan anggaran masing-masing Rp 923,9 juta. Serta rehabilitasi gedung dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di SDN Mojowatesrejo, Kecamatan Kemlagi dan SD Claket, Kecamatan Pacet. ”Nilai pagunya masing-masing Rp 732,4 juta,” katanya.

Kendati begitu, di menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan terkait kepastian realisasi dimulainya pembangunan RKB dan USB di masing-masing lembaga sekolah. Pasalnya, ia tidak dapat mengintervensi proses lelang dan kesepakatan kontrak dengan pihak ketiga merupakan kewenangan ULP. ”Wewenang ada di sana (ULP), saya tidak bisa mengintervensi. Sehingga kita menunggu, semoga bisa cepat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Nilai Budaya dan Ekonomi Kreatif

Ia hanya berharap proses lelang tak berlangsung molor dan selesai sekitar dua pekan ke depan. Sehingga, untuk pengerjaan kemungkinan baru bisa terlaksana bulan depan. ”Kemungkinan realisasi di lapangan awal September dengan pengerjaan maksimal selama 100 hari,” tandasnya. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/