25.8 C
Mojokerto
Sunday, December 4, 2022

Forkopimda Mojokerto Renovasi Rutilahu dan Panen Raya

Jajaran Forkopimda Mojokerto antara lain Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto serta Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, melaksanakan peletakan batu pertama program renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) tahun anggaran 2020, di Desa Kertosari Kecamatan Kutorejo, Kamis pagi (9/7).

Perlu diketahui, rutilahu adalah rumah yang memiliki kategori tertentu sesuai Permensos 20 Tahun 2017 tentang Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni dan Sarana Prasarana Lingkungan.

’’Ada 300 rumah di Kabupaten Mojokerto, yang masuk program rutilahu. Kecamatan Kuterejo sendiri terdata 15 rumah, khusus Desa Kertosari dua rumah. Bupati juga tadi sudah komunikasi, bahwa Pemkab Mojokerto juga akan bantu dua rumah. Untuk lokasi, kita data dulu dengan Danramil dan Babinsa. Jadi, rutilahu ada 302 rumah,’’ terang Dandim 0815.

Desa Kertosari yang juga berstatus sebagai Kampung Tangguh serta memiliki Masjid Tangguh, juga mendapat bantuan logistik penanganan pandemi Covid-19 dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Bantuan yang diserahkan berupa empat buah baju APD, 200 kg sembako beras, 250 lembar masker kain, lima liter cairan disinfekten, 5 liter hand sanitizer, 5 liter sabun cuci tangan dan wastafel portable.

Baca Juga :  Rawan Banjir, 14 Sungai di Mojokerto Dinormalisasi

Selain itu, juga ada bantuan 250 kg beras untuk warga tidak mampu, 50 kg beras untuk pemilik rumah yang dibongkar serta 100 kg untuk warga sekitar masjid. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, pada kegiatan ini menginginkan agar Kampung Tangguh tidak hanya sebagai formalitas saja. Lebih dari itu, ia berharap masyarakat juga menjadi SDM tangguh, peduli kesehatan dan  tangguh sandang pangan.

’’Tangguh ini kita harapkan tidak hanya di luarnya saja, tapi harus menyeluruh. Di dalamnya ada rasa peduli sesama, peduli kesehatan, tangguh sandang pangan, serta tercipta rasa aman dan nyaman,’’ kata Kapolres Mojokerto.

Mengenai Covid-19 di Kabupaten Mojokerto, Bupati Pungkasiadi mengabarkan bahwa angka pasien sembuh terpantau terus mengalami peningkatan. Dengan data per tanggal 8 Juli, sebanyak 103 orang pasien dinyatakan sembuh.

’’Jumlah pasien sembuh meningkat. Kita akan berusaha terus semaksimal mungkin, tentunya dengan dibantu doa bersama,’’ kata bupati saat menilik Masjid Tangguh Desa Kertosari.

Baca Juga :  Tuding Panitia Pilkades Tak Jalankan Aturan

Disamping kegiatan rutilahu, menilik Kampung dan Masjid Tangguh, masih di Kecamatan Kutorejo, Forkopimda turut melaksanakan kegiatan panen raya Desa Windurejo. Panen ini merupakan wujud gotong royong bersama, dalam menjaga ketahanan pangan khususnya di masa pendemi Covid-19.

Sebagai infromasi, tahun ini Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah menghasilkan produksi gabah kering panen sebanyak 351.368 ton, atau setara 203.579 ton beras. Kebutuhan beras masyarakat Mojokerto sendiri adalah 125.394 ton, atau dengan kata lahin tahun ini surplus sebanyak kurang lebih 78.182 ton beras.

Bupati Pungkasiadi yang dikenal familiar dengan seluk beluk dunia pertanian, pada panen raya ini mendorong bidang pertanian di Kabupaten Mojokerto agar lebih produktif. Salah satu tips penting yang dibagikannya adalah, tentang pemilihan bibit dan media tanam.

’’Memilih jenis tanaman dan tanah yang baik itu penting. Ini agar hasil panenan juga ikut baik, petaninya juga untung. Kita harus jaga ketahanan pangan bersama,’’ pesan bupati. (tik)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/