24.8 C
Mojokerto
Sunday, June 11, 2023

Tunggu Sistem Baru, Lelang Proyek Jalan Ini Masih Terganjal

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) tak bisa berlaku menyeluruh. Sejauh ini lelang pengadaan proyek fisik belum bisa dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten lantaran belum beresnya penerapan pengelolaan anggaran berbasis Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penggunaan aplikasi non-SIPD sesuai keputusan ini berlandasakan Surat Edaran (SE) Kemendagri Dirjen Bina Keuangan Daerah Nomor: 903/235/Keuda tertanggal 18 Januari 2021 lalu belum bisa menjadi solusi percepatan pembangunan dan penyerapan anggaran. ’’Ternyata tetap ikut proses melalui SIPD. Kalau SIMDA hanya sebatas pengelolaan keuangannya. Teknis kita, tetap SIPD,’’ kata Kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto.

Menurutnya, perencanaan secara data detail terkait proyek pembangunan yang menjadi skala prioritasnya masih diminta untuk diunggah ke aplikasi baru buatan Kemendagri tersebut. Tak urung, hingga memasuki bulan ketiga, pembangunan masih ngeblong. Pihaknya belum bisa melakukan lelang soal pembangunan yang bakal dikerjakan tahun ini. ’’Kemungkinan baru mulai Mei,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Cegah Klaster Baru, Intensifkan Operasi Yustisi

Dengan begitu, tahap pembangunan kembali molor dari target sebelumnya bulan Maret-April. Kendati begitu, sejauh ini pihaknya terus mendorong Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk melakukan lelang perencanaannya. ’’Tapi, (Mei) itu masih perencanaan, belum pelaksaaan lelang fisiknya. Targetnya bergeser lagi, kan belum bisa proses,’’ ujarnya.

Kendati begitu pihaknya tetap optimistis jika proyek yang menjadi skala prioritas tahun ini bakal tuntas meski sedikit keteteran lantaran melakukan penyesuaian dengan sistem baru. Menurutnya, pengerjaan infrastruktur jalan diyakini masih bisa terpenuhi. Begitu juga dengan pembangunan gedung dengan anggaran di bawah Rp 5 miliar dipastikan juga masih mampu diselesaikan. ’’Kalau harapan kami lebih cepat lebih baik, kita harus tetap optimis. Kita lihat prosesnya saja,’’ tuturnya.

Belum rampungnya SIPD ini lagi-lagi berimbas pada penanganan sejumlah ruas jalan yang perlu perbaikan permanen. Salah satunya di akses jalan penghubung Dusun Sidowangi Desa Mojolebak dan Desa/Kecamatan Jetis. Akses jalan yang terputus sejak akhir Januari lalu hingga kini menghambat akses 221 kepala keluarga (KK). Mereka harus memutar jalan sejauh kurang lebih 2 kilometer (km) sekadar untuk ke kebun dan sawah. ’’Soal itu ada gorong-gorongnya, (kerusakan) panjang dan tinggi. Jadi harus sekalian ditangani secara permanen,’’ katanya.

Baca Juga :  Ruang Kepsek Jadi Musala, Empat Tahun Rusak Gedung Sekolah Tak Diperbaiki

Termasuk, pembenahan separo ruas jalan yang ambles di Dusun Sidoleh, Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi, akibat kontur tanah yang labil juga tak bisa dilakukan secara permanen. Pihaknya hanya bisa melakukan secara swakelola atau kedaruratan. Selain itu, masih ada lagi, jalan di Dusun Bantengan, Desa Bendung, Kecamatan Jetis, yang sembelumnya ambrol diterjang banjir juga masih dalam penanganan kedaruatan dengan memasang anyaman bambu sebagai penguat jalan yang menjadi akses utama warga Dusun Bantengan. Material tanah yang ambrol diterjang banjir dikembalikan menggunakan alat berat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/