25.8 C
Mojokerto
Sunday, December 4, 2022

Tak Semua Poligami Terdaftar di KUA

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tujuh dari sembilan suami yang mengajukan poligami dan telah disetujui hakim Pengadilan Agama (PA), tak semua pernikahannya tercatat di Kemenag. Minimnya sosialisasi kepengurusan berkas pernikahan ini ditengarai jadi salah satu penyebabnya.

Seperti di Kemenag Kabupaten Mojokerto. Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali mengungkapkan, sepanjang tahun ini, pihaknya mengaku baru ada dua pernikahan poligami yang tercatat di Kemenag. Yakni dari KUA Kecamatan Sooko dan Kecamatan Ngoro. ”Baru ada dua yang sudah terdaftar di KUA, lalu dilaporkan ke Kemenag. Itu mulai bulan Januari sampai September kemarin,” ujarnya.

Mukti menerangkan, pernikahan poligami bisa dicatatkan ke Kemenag melalui KUA. Namun, sebelumnya harus sudah mengantongi surat rekomendasi dan putusan dari Pengadilan Agama (PA) terlebih dahulu. Baru kemudian, pasangan suami istri (pasutri) tersebut bisa mendapat buku nikah. ”Harus ada rekomendasi dulu dari PA, baru nanti ke KUA untuk penerbitan buku nikah,” ucapnya.

Baca Juga :  Arab Saudi Terima Jamaah Umrah Indonesia Tanpa Syarat Kesehatan

Mukti mengaku, masih banyaknya pernikahan poligami yang belum terdaftar dikarenakan kurangnya sosialisasi terhadap pasutri. Padahal, kepengurusan pencatatan nikah, termasuk poligami sangat penting. Ini juga sebagai validitas data kependudukan yang nantinya disinkronisasi dengan data dispendukcapil. ”Tahun lalu juga gitu. Yang mengurus di KUA untuk poligami hanya ada enam. Tapi sebenarnya banyak cuma tidak segera didaftarkan. Masih butuh sosialisasi lagi, karena banyak yang belum tahu pentingnya pencatatan pernikahan untuk data kependudukan,” jelas dia.

Begitu pula di Kota Mojokerto. Kasubag Tata Usaha (TU) Kemenag Kota Bambang Sunaryadi menuturkan, sejauh ini belum ada pernikahan poligami yang terdaftar di Kemenag Kota. Baik tahun lalu maupun sepanjang tahun ini. ”Dua tahun ini belum sama sekali ada yang mendaftarkan pernikahan poligami, mungkin karena dianggap ribet kepengurusannya,” sebutnya.

Baca Juga :  Ratusan Pokja Tak Tersentuh Bantuan

Sebelumnya, angka poligami di Mojokerto merangkak naik. Sejak awal tahun, sudah tercatat sembilan suami yang mengajukan beristri lebih satu. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya telah disetujui hakim PA Mojokerto. Sementara, dua di antaranya masih dalam proses persidangan. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/