30.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Proyek Gapura Milik Pemkot Mojokerto Salah Nama. Kok Bisa?

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Proyek pembangunan gapura di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto menuai polemik. Pasalnya, pekerjaan fisik yang baru rampung ini terdapat terdapat kesalahan pada penulisan papan nama.

Kesalahan penamaan itu terjadi di RT 4/RW 3 Lingkungan Kedungsari. Pada proyek pembangunan gapura ala Majapahitan itu tertulis Lingkungan Gunung Gedangan. Padahal, masuk Lingkungan Kedungsari. ”Gapura dan plang nama ini satu paket (pekerjaan). Tapi tulisannya salah, karena ini masuk wilayah Lingkungan Kedungsari,” ulas Ketua RT 4/RW 3 Lingkungan Kedungsari Irwan, kemarin.

Parahnya lagi, tidak ada wilayah administrasi Lingkungan Gunung Gedangan. Karena itu, kesalahan penulisan papan nama pada proyek yang baru tuntas sekitar dua pekan itu menuai polemik di masyarakat. ”Kalau dibiarkan, khawatirnya nanti kalau ada pos atau kurir pengiriman barang bisa salah alamat,” tuturnya.

Irwan mengaku sudah melaporkannya ke Dinas PUPRPRKP Kota Mojokerto melalui Kelurahan Gunung Gedangan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, proyek fisik tersebut direalisasi sesuai permintaan dari perangkat RT/RW setempat. ”Katanya sesuai permintaan RT/RW, padahal kami tidak merasa ditanya apapun terkait penamaan,” paparnya.

Baca Juga :  Pakde Karwo: Dewan Tak Taat Undang-Undang, Ini Tugas Malaikat

Pada bando gapura sebelumnya, nama ruas jalan perkampungan tersebut Jalan Balai Desa (lama) Gang Buntu. Namun, pada plang nama gapura yang baru saat ini malah tertulis Lingkungan Gunung Gedangan Gang Balai Desa.

Irwan juga menyayangkan tidak adanya pemberitahuan terkait rampungnya pekerjaan proyek. Sebab, kondisi gapura kini juga terhalang dengan adanya pohon yang tidak sekalian ditebang oleh kontraktor pelaksana.

Padahal, masyarakat sebelumnya telah menyetujui jika dua pohon milik perkampungan itu dipotong untuk keperluan pembangunan. ”Sebelum pembangunan sudah disurvei, tapi saat proses berjalan kok ujung-ujungnya kami yang diminta buat surat bantuan pemotongan ke DLH. Padahal itu kan ranahnya pemborong,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DPUPRPRKP Kota Mojokerto Evi Anggraeni tak menampik proyek pembangunan gapura lingkungan merupakan pekerjaan di tahun anggaran 2022. Namun, dirinya mengaku belum menerima laporan terkait adanya kesalahan penamaan pada papan nama. ”Coba nanti saya kroscek dulu,” sebutnya.

Baca Juga :  Gelandangan Kota Ditangkap, Lalu Dievakuasi ke Rumah Aman

Evi menyatakan, jika memang terjadi kesalahan penamaan, pihaknya akan meminta kontraktor pelaksana untuk melakukan perbaikan. Mengingat, proyek pembangunan gapura masih dalam masa pemeliharaan. ”Kalau memang salah, rekanan kami minta untuk memperbaiki,” tandasnya.
Pemkot Mojokerto saat ini memang melakukan perombakan gapura lingkungan dengan desain Majapahitan. Namun, Evi mengatakan belum bisa merinci terkait jumlah titik pekerjaan dan alokasi anggaran.

Namun, diakuinya kesahahan penamaan gang sebelumnya juga pernah terjadi pada proyek pembangunan gapura di Kelurahan Surodinawan. Dia menyebut rekanan telah diminta melakukan perbaikan sesuai dengan wilayah administrasi. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/