25.8 C
Mojokerto
Sunday, December 4, 2022

10 Persen PesertaTes CPNS Gugur

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penurunan passing grade ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) di rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Mojokerto tak selamanya menguntungkan pelamar. Masih ditemukan sejumlah pelamar yang nilai SKD-nya di bawah passing grade dari tiga materi utama. Khususnya di dua materi, tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tes intelegensi umum (TIU).

Lebih dari 10 persen peserta nilai per sesi tidak memenuhi. Atau kurang dari ambang batas sesuai Permen PAN-RB Nomor 24 Tahun 2019 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2019.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, sekitar 40 dari 190 peserta di sesi pertama yang nilai TWK-nya kurang dari 65. Pun demikian di sesi kedua, meski jumlahnya lebih sedikit, tetapi masih ditemukan beberapa peserta dari total 270 pelamar yang nilai TIU-nya kurang dari 80.

Padahal, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah menurunkan batas bawah sebanyak 10 poin di dua materi tersebut. Dari rekrutmen tahun 2018 lalu yang masin-masing passing grade-nya sampai 75 poin (TWK) dan 80 poin (TIU).

Baca Juga :  KORPRI Kota Mojokerto Gelar Mlaku Bareng Wali Kota Ning Ita

Sama halnya dengan materi TWK dan TIU, materi TKP juga masih ditemukan beberapa pelamar yang di bawah ambang batas. Hanya saja, jumlahnya sangat minim. Tidak sebanyak pada rekrutmen tahun lalu yang menyebabkan ketidaklolosan masal.

Bahkan, nilai passing grade-nya juga turut diturunkan, dari yang sebelumnya 143 menjadi 126. ’’Informasi dari teman-teman lainnya, soalnya lebih mudah dari tahun lalu. Cuman memang ada batasan waktu,’’ terang Andi Yuniarto, salah satu pelamar asal Gondang.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto, Susantoso, mengaku optimistis jumlah pelamar yang lolos passing grade lebih banyak dari tahun sebelumnya. Bahkan, dapat melebihi 50 persen dari total 5.172 pelamar yang mengikuti SKD.

Optimisme itu tak lepas dari syarat ketat yang ia berikan sejak awal pendaftaran. Di mana, nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang minimal 3.00 menjadi jaminan tingginya persentase pelamar yang lolos.

’’Daerah-daerah lain malah standar minimal IPK-nya hanya 2.75. Sementara di Kabupaten Mojokerto justru lebih tinggi, yaitu 3.00. Pastinya kompetensi pelamar lebih tinggi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pupuk Subsidi di Mojokerto Mulai Langka, Alokasi Dikepras Lebih 50 Persen

Meski lolos passing grade, tak serta merta menjamin semua pelamar dapat melanjutkan di ujian seleksi kompetensi bidang (SKB). Pasalnya, BKN hanya akan memilih peserta berdasarkan ranking SKD tertinggi dengan perbadingan formasi 1:3. Atau satu lowongan di suatu formasi, dipilih tiga pelamar terbaik. Jika dalam satu formasi terdapat dua atau lebih, maka dipilih dengan kelipatan tiga.

’’Sesuai Permen PAN-RB, yang lolos SKD adalah tiga terbaik, sesuai kelipatan jumlah lowongan di setiap formasi. Tapi itu semua kewenangannya ada di BKN. Panitia lokal tidak punya kewenangan sama sekali,’’ tegasnya.

Pemkab sendiri membuka 400 lowongan yang terbagi menjadi beberapa formasi. Mulai dari tenaga pendidik sebanyak 272 kursi, tenaga kesehatan 90 kursi, tenaga teknik 21 kursi, dan tenaga fungsional 17 kursi.

Selasa (4/2) merupakan hari pertama dari empat hari pelaksanaan ujian SKD. Untuk hari pertama hingga ketiga, ujian berlangsung lima sesi. Sementara di hari keempat atau Jumat (7/2), hanya dibagi empat sesi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/