25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

9 Proyek P-APBD Kota Mojokerto Ditarget Rampung Dua Bulan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hingga memasuki triwulan akhir 2022, rancangan peraturan daerah (Raperda) Perubahan APBD (P-APBD) masih nyantol di Pemprov Jatim. Dengan sisa waktu yang mepet, Pemkot Mojokerto menargetkan untuk merampungkan proyek pekerjaan fisik dalam dua bulan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi mengungkapkan, terdapat 9 paket pekerjaan infrastruktur yang diplot pada P-APBD 2022 ini. Meski raperda belum diundangkan, namun seluruhnya telah diajukan lelang dini ke Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Pembangunan (PBJ) Setdakot Mojokerto. ”Sembilan paket sudah di PBJ semua, mungkin tinggal beberapa saja yang belum tayang,” terangnya.

Sejumlah paket proyek yang sudah tayang lelang terdiri dari tiga pekerjaan lanskap. Masing-masing di Pasar Tematik Ketidur dengan alokasi Rp 1,61 miliar; GOR Mojopahit sebesar Rp 1,49 miliar; dan gedung DPRD Kota Mojokerto Rp 1,7 miliar.

Baca Juga :  Bagikan 200 Paket Sembako kepada Kaum Duafa

Selain itu, juga terdapat empat paket pengurukan lahan. Meliputi untuk persiapan pusat layanan usaha terpadu (PLUT) sebesar Rp 1,1 miliar; labkesda Rp 718,1 juta; sentra IKM Rp 695,3 juta; serta rumah dinas kejari Rp 1 miliar. Selain itu, paket proyek lainnya adalah peningkatan jalan Gunung Gedangan dengan pagu Rp 2,4 miliar.

Mashudi menyebut, seluruhnya diajukan lelang dini atau tender bersyarat. Menurutnya, langkah itu untuk memangkas proses lelang sebelum dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) P-APBD disahkan. ”Lelang hanya sampai penetapan pemenang saja, untuk kontraknya setelah DPA disahkan,” tandasnya.

Sedangkan tinggal satu paket pekerjaan yang belum tayang lelang. Yakni paket pembuatan penutupan saluran di simpang Jalan Bhayangkara-Jalan Mojopahit. Dengan sisa waktu kurang dari tiga bulan, Mashudi menyebut masih mencukupi untuk merealisasikan sebelum pergantian tahun 2022.

Baca Juga :  Omzet Apotek di Mojokerto Raya Alami Penurunan

Sebab, ungkap dia, dari 9 paket proyek infrastruktur di P-APBD ditargetkan tuntas paling lambat 2 bulan. ”Rata-rata hanya 60 hari, ada yang di bawah dua bulan sudah bisa selesai,” paparnya.

Hanya saja, raperda P-APBD 2022 yag telah disetujui bersama antara DPRD Kota Mojokerto dan Pemkot Mojokerto dalam rapat paripurna, Selasa (13/9) masih diproses di Pemprov Jatim. Mashudi menyebut, draf regulasi tersebut tinggal menunggu nomor registrasi (noreg) untuk bisa diundangkan. ”Kalau DPA sudah disahkan, kami bisa langsung berkontrak jika paket lelang sudah ditetapkan pemenang,” pugkasnya. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/