25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Pemilu 2024, KPU Kabupaten Mojokerto Tawarkan Tiga Rancangan Dapil

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – KPU Kabupaten Mojokerto mengumumkan tiga rancangan daerah pemilihan (dapil) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Namun, dari tiga opsi tersebut, susunan dapil tahun 2019 dinilai yang paling rasional dan disetujui oleh publik dan KPU RI.

Komisioner divisi teknis KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif mengatakan, tiga dapil yang ditawarkan itu mengacu pada Peraturan KPU (PKPU) nomor 6 tahun 2022 tentang Penataan Dapil dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten/Kota dalam Pemilu. Yang mana, terdapat minimal 2 rancangan dan maksimal 3 rancangan.

Tiga rancangan masing-masing tersusun dengan formasi 5, 7, dan 8 dapil yang semuanya berisi total 50 alokasi kursi dewan. Untuk formasi lima dapil, rancangannya sama dengan dapil Pemilu tahun 2019. Yakni dapil 1 (Ngoro, Pungging, Mojosari) dialokasikan 11 alokasi kursi, dapil 2 (Jatirejo, Gondang, Pacet, Trawas) dengan 8 kursi, dapil 3 (Puri, Sooko, Trowulan) dengan 10 kursi, dapil 4 (Gedeg, Kemlagi, Jetis, Dawarblandong) dengan 10 kursi, dan dapil 5 (Kutorejo, Dlanggu, Bangsal, Mojoanyar) dengan 10 kursi (selengkapnya lihat grafis).

Baca Juga :  200 Orang Terjerat Tipiring di Kota Mojokerto

’’Alasan 3 rancangan dapil karena kami ingin mengajak publik, utamanya stakeholder pemilu di memberikan masukan tentang proporsionalitas ruang-ruang pilihan,’’ ujarnya. Dengan begitu, KPU akan menerima masukan dan tanggapan dari masyarakat sebelum rancangan dapil dan alokasi kursi anggota dewan Kabupaten Mojokerto ditetapkan KPU RI.

Dalam penyusunannya, KPU memperhatikan tujuh prinsip, yakni kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas, dan kesinambungan. Nah, dari tujuh prinsip tersebut, KPU menilai dapil dengan formasi lima masih rasional karena memenuhi semua prinsip.

’’Karena kan tidak ada situasi bencana alam yang mempengaruhi persebaran penduduk dan juga jumlah penduduk Kabupaten Mojokerto hanya 1,2 juta,’’ tegasnya. Meski demikian, KPU tetap akan memperhatikan masukan dan tanggapan dari masyarakat sesuai dengan tahapan sebelum penetapan dapil dan alokasi kursi dewan.

Baca Juga :  Suwadi, Lahirkan Generasi Siswa Cakap Literasi

’’Hasil kajian kami tentang rancangan dapil dengan formasi 5, 7 dan 8 harus kami sampaikan ke masyarakat untuk ditanggapi sebelum diuji publik dan ditetapkan oleh KPU RI. Forum dialektika dan tanggapan masyarakat dibuka sampai 6 Desember 2022,’’ pungkasnya. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/