25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Jatuh Dari Atap, Timpa Pemilik Rumah, Alasan Mau Beli Rokok

Suhartoyo, 52, kaget bukan kepalang. Sesosok tubuh, tiba-tiba jatuh dari atap rumahnya. Bahkan, menimpa badannya saat tertidur lelap. Semula dikira kucing, namun setelah diamati ternyata maling. Sudah terpergok, pria itu malah beralasan hanya mau lewat beli rokok. Tak mau ruwet. Suhartoyo pergi ke tukang pijet. Sedangkan, pelaku digiring ke kantor polisi.

YULIANTO ADI NUGROHO, Magersari, Jawa Pos Radar Mojokerto

Ketenangan warga Jalan Raung II, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, terusik, Rabu dini hari (1/9). Seorang pria yang belakangan diketahui merupakan Edward Evan Kuntjoro, 25, jatuh dari atap rumah nomor 11, sekitar pukul 02.00. Bersama genting dan plafon, dia menimpa Suhartoyo yang tertidur di ruang keluarga. ”Saya kira ya kucing. Mau tak lempar kok berat,” ujarnya.

Suhartoyo belum sepenuhnya sadar saat tubuh Evan menimpanya. Namun, di tengah kantuknya itu, dia mulai sadar sesosok pria mengenakan penutup wajah telah menimpa tubuhnya. Puing-puing genting berceceran di sekitarnya. Plafon atap setinggi enam meter jebol. ’’Malinggg,” teriaknya.

Baca Juga :  Tak Tutup Mata dan Terus Melangkah Tegakkan Hukum

Dengan cepat, dia mencari alat pemukul di dekatnya. Sebuah balok kayu siap dihantamkan ke pelaku. ”Tapi istri saya yang terbangun menahan saya supaya tidak dipukul,” kata dia.

Enam orang yang berada dalam rumah terbangun. Suasana di luar juga mulai ramai setelah insiden ambrolnya atap rumah tersebut cukup mengagetkan warga. Badan Suhartoyo bahkan linu bukan kain gara-gara tertimpa Evan.

Di tengah penghuni rumah yang bertanya-tanya, Evan tiba-tiba nyelonong. Dengan polos, dia izin lewat mau beli rokok kepada penghuni rumah. ”Dia langsung keluar. Katanya hanya mau lewat beli rokok” ujar dia.

Tak masuk akal. Begitu pikirnya. Pelaku yang sudah melompat pagar langsung dikejar warga. Belum sempat menghilangkan jejak, warga sudah berhasil membekuknya. Dia dikempit dan langsung diinterogasi di tempat.

Baca Juga :  RSI Hasanah Gelar Gathering Pekerja Pers Mojokerto

Dari sana, terkuak identitas dan maksudnya. ”Ternyata dia mau maling di rumah kosong sebelah rumah saya,” imbuh dia. Tak banyak omong, Evan langsung dibawa ke kantor polisi sekitar pukul 04.00.

Sungguh maling apes. Padahal, Evan beraksi membawa tas selempang berisi kaca, tali tampar, dan sebuah bungkusan yang diduga merupakan jimat. Tapi seperti kata pepatah, sepandai-pandaianya tupai melompat pasti jatuh juga. Kali ini, Evan yang jatuh dan Suhartoyo yang tertimpa. ”Tubuh saya linu. Ini tadi habis dari tukang pijit,” keluhnya. (ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/