25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Belasan Pasangan Siri Ikut Sidang Isbat

Imbas Minimnya Sosialisasi Pengurusan Dokumen

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belasan pasangan suami istri (pasutri) nikah siri di kabupaten akhirnya secara resmi tercatat di dokumen negara. Itu setelah mereka mendapatkan buku nikah pasca mengikuti sidang isbat nikah masal, kemarin (30/9).

Seperti yang dialami pasangan Pardi dan Jamakiyah. Meski sudah menikah sejak tahun 1988 silam, namun mereka baru bisa mendaftarkan pernikahan secara resmi tahun ini. Pihaknya mengaku, selama ini tidak mengetahui bahwa pernikahan wajib dicatatkan ke KUA. ’’Tahunya kalau sudah nikah di penghulu ya sudah, ternyata harus ke KUA juga biar dapat buku nikah,’’ ujar warga Kecamatan Gondang itu.

Bupati Ikfina Fahmawati mengatakan, ada 12 pasangan suami istri (pasutri) yang mengikuti sidang isbat nikah yang digelar di Pendapa Pemkab. Sidang tersebut bertujuan agar belasan pasangan ini mendapatkan putusan pengesahan pernikahan dari Pengadilan Agama (PA). ’’Di luar 12 pasangan ini, indikasinya masih banyak pasutri lainnya yang masih berstatus nikah siri. Ini nanti kita tindak lanjuti dari data Dispendukcapil,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bisnis Travel ’’Shutdown’’

Ikfina menyebut, tak kunjungnya pasutri nikah siri mengurus pencatatan pernikahan ini disebabkan berbagai faktor. Mulai dari minimnya sosialisasi terkait kepengurusan dokumen, terkendala biaya, bahkan ada juga yang tak memenuhi syarat sesuai ketentuan undang-undang. ’’Tapi, kebanyakan karena memang tidak tahu kalau sudah menikah ada proses surat menyuratnya. Padahal, pencatatan itu penting, karena berkaitan dengan kepengurusan kartu keluarga, akta kelahiran, KTP hingga dokumen kependudukan penting lainnya,’’ ulasnya.

Oleh karenanya, pihaknya menjalin kerja sama dengan Kemenag, Dispendukcapil dan PA agar warga di kabupaten bisa tertib administrasi. Serta pemenuhan hak-hak anak atas identitas bisa tercapai. ’’Kita akan meminta seluruh camat berkoordinasi dengan kepala desa untuk bisa mendata warganya yang sudah menikah secara agama tetapi belum tercatat secara resmi. Ini perlu ditindak lanjuti supaya semuanya nanti mendapatkan identitas kependudukan yang resmi dan kemudian nanti tidak terjadi masalah kemudian hari,’’ tandasnya.

Baca Juga :  16 PAC PPP Bermanuver dan Dukung Ikbar

Ketua PA Kelas 1A Mojokerto Amanudin menuturkan, sidang isbat nikah tidak sekadar menjadi sarana pendekatan diri dari pemerintah terhadap warganya. Namun, untuk membantu warga agar pernikahan dilakukan secara sah dan tercatat dengan bukti dokumen kependudukan dan surat nikah. ’’Pernikahan yang dilaksanakan antara calon pengantin bisa tercatat dan terdokumentasi secara lengkap,’’ ungkapnya.

Pihaknya menuturkan, setiap tahun PA rutin menggelar sidang isbat untuk memfasilitasi warga agar memproses dokumen pernikahan mereka agar tercatat sah di mata hukum. Ada kuota yang disediakan setiap tahunnya, namun kuota tersebut tak pernah terisi penuh.

’’Sebab, dari kuota 30 yang disediakan, masih banyak pasangan yang belum memenuhi syarat. Biasanya ada yang terkendala izin istri pertama, atau dokumen yang kurang lengkap. Yang daftar selalu banyak, contoh yang hari ini (kemarin) isbat, itu ada 45 pasangan yang sidang, hanya 12 ini yang memenuhi syarat,’’ pungkasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/