alexametrics
26.1 C
Mojokerto
Thursday, August 11, 2022

Teror Ketukan dari Lemari Pendingin Jenazah Kamar Mayat RSUD Kota Mojokerto

KAMAR mayat RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto diselimuti berbagai cerita misteri. Penampakan sosok perempuan korban pembunuhan kerap terlihat ongkang-ongkang di meja otopsi. Ada pula kesaksian teror suara ketukan dari lemari pendingin jenazah yang sampai membuat para penjaga terbirit-birit.

Kisah ganjil di kamar mayat rumah sakit pelat merah itu tak terlepas dari keberadaannya sebagai tempat pemulasaraan jenazah. Mulai dari jenazah kecelakaan, mayat tenggelam, mati tak wajar, hingga korban pembunuhan. Tubuh-tubuh tak bernyawa nan malang itu dievakuasi untuk keperluan identifikasi, otopsi, hingga perawatan jenazah sebelum dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.

’’Proses identifikasi bergantung kondisi mayat. Kalau jenazahnya sudah rusak bisa sampai berhari-hari di sini,’’ terang Koordinator Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Twinki Rahmad Sayogo ditemui Rabu (3/8). Kamar mayat atau yang bernama resmi Instalasi Pemulasaraan Jenazah tersebut tak ubahnya tempat transit mereka yang meninggal secara tidak wajar. Ada yang hanya hitungan jam sudah bisa dibawa keluar lagi, tapi ada yang sampai berhari-hari.

Baca Juga :  Kamar Benda Antik Peringgitan, Bentuk Keris Menunjukkan Karakter Pemerintah

Mayat terpaksa diinapkan karena identitasnya belum ketemu atau masih dibutuhkan untuk proses penyelidikan kepolisian. Twinki menyebut kedatangan mayat-mayat misterius inilah yang kerap meninggalkan cerita ganjil. Sampai saat ini, sejumlah petugas piket mengaku kerap melihat sosok perempuan korban pembunuhan di Kecamatan Trawas. ’’Mayatnya di sini selama enam hari. Mayat tanpa identitas itu bikin suasana tidak enak,’’ tutur pria 48 tahun tersebut.

Kisah ganjil yang pernah didengar Twinki yakni suara ketukan dari dalam lemari pendingin jenazah. Kulkas yang saat itu dipakai untuk mengawetkan jasad janin berusia lima bulan hasil aborsi tersebut sering berbunyi sendiri. ’’Suara ketukan ini tidak wajar. Seperti glodak-glodak begitu. Yang jaga malam baru tahu kalau di dalam ada orok,’’ bebernya.

Baca Juga :  Gubernur Ambil Tanah dan Air Trowulan untuk Ibu Kota Negara di Kalimantan

Dua peristiwa misterius paling terkenal itu juga dialami Hadi Sudigno. Petugas di kamar mayat rumah sakit yang berada di Jalan Raya Surodinawan tersebut mengaku akrab dengan penampakan perempuan korban pembunuhan di Trawas beberapa tahun silam. Sosok perempuan berpakaian sebagaimana ketika ditemukan itu muncul di meja tempat otopsi. ’’Posisinya duduk menghadap ke barat sambil ongkang-ongkang kakinya,’’ beber dia.

Menurut Hadi, penampakan perempuan berparas cantik yang sering muncul saat malam hari itu masih ditemui sampai sekarang. Selain itu, Hadi juga merasakan sendiri teror suara ketukan dari lemari pendingin jenazah. Tak hanya ketika ada orok di dalamnya, lemari itu juga sering berbunyi saat akan ada mayat datang.

Kejadian tersebut bahkan pernah membuat para penjaga dan sopir ambulans lari ketakutan. ’’Ketukannya kayak ada orang kotekan. Setelah itu pasti ada korban yang dibawa ke sini,’’ tandasnya. (adi/ron)

KAMAR mayat RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto diselimuti berbagai cerita misteri. Penampakan sosok perempuan korban pembunuhan kerap terlihat ongkang-ongkang di meja otopsi. Ada pula kesaksian teror suara ketukan dari lemari pendingin jenazah yang sampai membuat para penjaga terbirit-birit.

Kisah ganjil di kamar mayat rumah sakit pelat merah itu tak terlepas dari keberadaannya sebagai tempat pemulasaraan jenazah. Mulai dari jenazah kecelakaan, mayat tenggelam, mati tak wajar, hingga korban pembunuhan. Tubuh-tubuh tak bernyawa nan malang itu dievakuasi untuk keperluan identifikasi, otopsi, hingga perawatan jenazah sebelum dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan.

’’Proses identifikasi bergantung kondisi mayat. Kalau jenazahnya sudah rusak bisa sampai berhari-hari di sini,’’ terang Koordinator Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Twinki Rahmad Sayogo ditemui Rabu (3/8). Kamar mayat atau yang bernama resmi Instalasi Pemulasaraan Jenazah tersebut tak ubahnya tempat transit mereka yang meninggal secara tidak wajar. Ada yang hanya hitungan jam sudah bisa dibawa keluar lagi, tapi ada yang sampai berhari-hari.

Baca Juga :  JPRM Resmi Rilis Bumper Program Misteri di RMTV

Mayat terpaksa diinapkan karena identitasnya belum ketemu atau masih dibutuhkan untuk proses penyelidikan kepolisian. Twinki menyebut kedatangan mayat-mayat misterius inilah yang kerap meninggalkan cerita ganjil. Sampai saat ini, sejumlah petugas piket mengaku kerap melihat sosok perempuan korban pembunuhan di Kecamatan Trawas. ’’Mayatnya di sini selama enam hari. Mayat tanpa identitas itu bikin suasana tidak enak,’’ tutur pria 48 tahun tersebut.

Kisah ganjil yang pernah didengar Twinki yakni suara ketukan dari dalam lemari pendingin jenazah. Kulkas yang saat itu dipakai untuk mengawetkan jasad janin berusia lima bulan hasil aborsi tersebut sering berbunyi sendiri. ’’Suara ketukan ini tidak wajar. Seperti glodak-glodak begitu. Yang jaga malam baru tahu kalau di dalam ada orok,’’ bebernya.

Baca Juga :  Eks Perkantoran Dam Rolak Songo, Dijaga Pria Belanda Berpistol dan Cangkul

Dua peristiwa misterius paling terkenal itu juga dialami Hadi Sudigno. Petugas di kamar mayat rumah sakit yang berada di Jalan Raya Surodinawan tersebut mengaku akrab dengan penampakan perempuan korban pembunuhan di Trawas beberapa tahun silam. Sosok perempuan berpakaian sebagaimana ketika ditemukan itu muncul di meja tempat otopsi. ’’Posisinya duduk menghadap ke barat sambil ongkang-ongkang kakinya,’’ beber dia.

- Advertisement -

Menurut Hadi, penampakan perempuan berparas cantik yang sering muncul saat malam hari itu masih ditemui sampai sekarang. Selain itu, Hadi juga merasakan sendiri teror suara ketukan dari lemari pendingin jenazah. Tak hanya ketika ada orok di dalamnya, lemari itu juga sering berbunyi saat akan ada mayat datang.

Kejadian tersebut bahkan pernah membuat para penjaga dan sopir ambulans lari ketakutan. ’’Ketukannya kayak ada orang kotekan. Setelah itu pasti ada korban yang dibawa ke sini,’’ tandasnya. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/