Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojopedia
icon featured
Mojopedia
Resolusi Trowulan, Gerakan Rakyat Mojokerto

Tuntut Pembubaran Negara Jawa Timur

25 November 2021, 13: 10: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Tuntut Pembubaran Negara Jawa Timur

PERINGGITAN: Rumah Dinas Bupati Mojokerto yang menjadi tempat penyerahan tanggung jawab keamanan wilayah Mojokerto dari militer Belanda 5 Desember 1949. (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

26 November 1948, Kabupaten Mojokerto tercatat pernah tergabung dalam Negara Jawa Timur. Namun, negara bagian yang didirikan saat negara masih berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) ini, hanya berusia kurang 2 tahun. Karena, setelah penyerahan kedaulatan Indonesia, muncul gerakan Resolusi Mojokerto untuk bergabung dengan pemerintah pusat RI.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, 27 Desember 1949, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Namun, tanggung jawab keamanan wilayah Mojokerto lebih dulu diserahkan, 5 Desember 1949 dan menjadi daerah pertama lepas dari tangan militer kolonial. ”Proses serah terima tanggung jawab keamanan wilayah saat itu dilakukan di kantor Bupati Mojokerto,” terangnya.

Dengan penyerahan tersebut, kata dia, kekuasaan militer sepenuhnya menjadi tanggung jawab Tentara Nasional Indonesia (TNI). Disebutkannya, penyerahan diterima Mayor Isa Idris dan Mayor Mansyur Solikhi.

Baca juga: Bertransformasi ke Digital

Namun, pria yang akrab disapa Yuhan ini menuturkan, dengan diserahkannya tanggung jawab keamanan wilayah itu belum membuat Mojoketro menjadi bagian dari pemerintah RI. Pasalnya, sebelumnya Kabupaten Mojokerto telah tergabung  dengan Negara Jawa Timur yang berdiri sejak 26 November 1948.

Mojokerto menjadi satu dari 12 kabupaten yang masuk dalam negara bagian bentukan Belanda tersebut. Namun, papar Yuhan, pasca diserahkan tanggung jawab keamanan dari Belanda, maka para pejuang menghendaki Mojokerto benar-benar lepas dari campur tangan kolonial.

Penulis buku Revolusi di Pinggir Kali, Pergerakan di Mojokerto Tahun 1945-1950 ini menyebutkan, para pejuang di Mojokerto muncul wacana untuk keluar dari Negara Jawa Timur. ”Untuk menyusun rencana, para pejuang mencari tempat yang aman untuk menggelar perundingan,” ulasnya.

Hingga akhirnya, tempat yang dipilih untuk  melakukan pertemuan untuk pembubaran Negara Jawa Timur itu dilakukan wilayah Kecamatan Trowulan. Sebab, selama masa gencatan senjata, kata Yuhan, wilayah yang sebelumnya merupakan garis perbatasan antara wilayah republik dan kolonial itu menjadi daerah demiliterisasi.

Bertempat di sebuah pondok pesantren, sejumlah tokoh pejuang bersepakat untuk membuat gerakan massa. Sehingga tercetus Resolusi Trowulan yang merupakan gerakan rakyat Mojokerto yang menuntut agar Negara Jawa Timur dibubarkan. (ram/ron)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia