Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojopedia
icon featured
Mojopedia
Dampak Resesi Ekonomi Era Kolonial (2-habis)

Pemerintah Kabupaten Mojokerto Sesuaikan Anggaran

08 Oktober 2020, 15: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pemerintah Kabupaten Mojokerto Sesuaikan Anggaran

Petani tebu di lahan sewa milik PG Perning, Kecamatan Jetis, sekitar tahun 1926. (Dok KITLV Leiden for Radar Mojokerto)

Share this      

Terjadinya resesi di Mojokerto membuat Pemkab Mojokerto berupaya menanggulangi dampak di pemerintahan. Pada masa krisis itu, Bupati R.A.A Rekso Amiprodjo terpaksa melakukan penyesuaian dengan memangkas sejumlah program akibat terbatasnya anggaran.

Ayuhanafiq menjelaskan, saat badai resesi, Bupati Mojokerto R.A.A Rekso Amiprodjo segera menggelar rapat bersama Regentschaapsraad atau Dewan Kabupaten Mojokerto. Bupati berpandangan dengan kekuatan anggaran yang ada, pemkab harus melakukan penyesuaian.

Kendati anggaran terbatas, Bupati Ke-9 Mojokerto ini enggan mengorbankan sektor infrastruktur dan kesehatan. ’’Rekso menyatakan bila pemerintah tidak mengabaikan pembangunan,’’ sambungnya.

Baca juga: Berubah Fungsi Jadi Taman

Pada tahun 1935, Kabupaten Mojokerto tercatat hanya memiliki begrooting atau anggaran belanja sebesar f 122.300 gulden. Namun, krisis yang berkepanjangan membuat anggaran di tahun berikutnya merosot hingga f 61.000 gulden.

Yuhan menyebut, akibat penurunan anggaran tersebut, sejumlah pekerjaan teknis menjadi tidak tercover. Di antaranya, terhadap proyek perawatan jalan dan beberapa sentuhan fisik lainnya.

Namun, di masa sulit tersebut, Rekso tetap mampu mendirikan dua rumah pemotongan hewan. Masing-masing dibangun di Kecamatan Gedeg dan Kecamatan Mojosari. ’’Selain itu, di Kemlagi juga dibangun klinik rawat jalan,’’ paparnya.

Secara perlahan, laju ekonomi mulai tumbuh kembali. Hingga akhirnya, sokongan anggaran di Pemkab Mojokerto kembali bangkit pada tahun 1938. Saat itu, anggaran belanja meningkat signifikan mendekati f 100.000 gulden.

Dijelaskan Yuhan, dengan alokasi anggaran yang cukup optimal tersebut, bupati langsung tancap gas untuk menyentuh proyek yang sebelumnya sempat terabaikan. Salah satunya paket perbaikan jalan yang kembali digulirkan.

Tak hanya peningkatan akses jalan, bidang kesehatan juga kembali digelontor anggaran. ’’Bupati (rekso Amitprojo) juga kembali membangun dua klinik rawat jalan,’’ pungkasnya. (abi)

(mj/ram/ris/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia