Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren K-Pop Dance di Mojokerto, Happy & Catchy

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 25 Januari 2026 | 19:40 WIB

Sejumlah penari memeragakan dance K-POP
Sejumlah penari memeragakan dance K-POP
MOJOKERTO RAYA - Budaya Korea Selatan yang dipelopori musik K-pop kian populer di kalangan anak muda Mojokerto. Tak terkecuali tren K-pop dance yang memberi warna tersendiri dalam dunia tari modern. Lebih dari sekadar pertunjukan koreografi yang diiringi musik K-pop, para penari tampil di atas panggung dengan penuh totalitas layaknya boy group atau girl group yang lagunya sedang dibawakan. 

Kesengsem dengan musik K-pop sejak sedekade lalu, Bernadett Nona Tjandra Kristanti belakangan terjun ke dunia tari K-pop. Perempuan yang kini berusia 29 tahun itu mulai mengikuti tren challenge dance dari penyanyi K-pop semenjak 2020-an sampai akhirya kini memiliki grup K-pop dance cover bernama Brave Girls. ”Sebenarnya tim ini baru terbentuk karena memang baru benar-benar mendalami koreo dari K-pop,” kata Nona yang memiliki latar belakang penari hiphop, kemarin (24/1). 

Nona mengaku bisa dengan mudah jatuh cinta pada K-pop dance karena gerakannya yang asyik dan bikin happy. Keseruan itu didukung lagu-lagunya yang memiliki kesan catchy (memikat) di telinga, fun, dan tidak membosankan.

”Jadi bisa buat trennya bareng teman-teman, banyak tantangan-tantangan baru dari koreografinya dan bisa buat aku lebih mengekspresikan diriku lewat dance,” tutur warga Kota Mojokerto tersebut. 

Sebagai seorang yang sudah lama menggeluti dunia modern dance, Nona paham betul bagaimana karakteristik genre yang dibawa K-pop. Menurutnya, gaya tarian yang dipopulerkan para penyanyi pop Negeri Gingseng itu cenderung lebih kompleks. K-pop dance menggabungkan unsur performance, musik, visual, dan kekompakan. 

”Yang mana artinya ketika di atas panggung, kita harus terlihat sedang perform, bukan menari saja. Jadi antara menari di atas panggung, bernyanyi, dan berekspresi semua harus seimbang. Itu yang membedakan dance K-pop dengan genre dance yang lain,” jelas Nona yang merupakan pelatih tim dancesport Kabupaten Gresik di ajang Porprov IX Jatim 2025 itu.

Di sisi lain, ciri khas ini menjadi tantangan tersendiri ketika sedang mengkover tarian K-pop. Pertama, penari mau tak mau harus hapal lirik lagu dalam bahasa Korea terlebih dahulu. 

Hal itu menjadi penentu agar saat tampil ada kesinkronan antara mimik wajah dan mulut dengan lirik dan musik. ”Dengan kata lain menampilkan dance K-pop ini harus dengan lipsing dan sesuai dengan gerakan dan nyanyian asli boy group atau girl group yang dibawakan,” tandasnya. (adi/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#dance kpop #dance korea #dance mojokerto