Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Skuter Harmoni Nusantara Besutan Jawa Pos Radar Mojokerto Jadi Ajang Promosi Sejarah dan Budaya

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 26 Oktober 2025 | 15:50 WIB

 

Photo
Photo

Skuteran bareng-bareng menjadi ajang bagi para rider untuk merajut persaudaraan. Bersama teman lama maupun yang baru dikenal, mereka berkendara santai menempuh rute perjalanan sambil menikmati panorama.

 Hal itulah yang dirasakan puluhan pecinta motor skuter dalam kegiatan Scooter Harmoni Nusantara (SHN), kemarin (25/10). Bertolak dari kompleks wisata religi Makam Troloyo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, peserta melintasi rute sepanjang 35 kilometer sebelum finis di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari.

 ”Dari awal memang suka Vespa, dan acara ini bisa menampung hobi saya. Kebetulan acaranya cukup menarik dan meriah sekali. Saya harap ini jadi acara tahunan,” kata Taufan Arif, salah satu peserta asal Trowulan.

 Selama perjalanan, para peserta yang meliputi penggemar motor Vespa dan masyarakat umum ini disuguhi keragaman wisata di Kabupaten Mojokerto. Mereka singgah di Candi Bajang Ratu untuk menikmati sejarah. Setelah itu, peserta juga melintasi kawasan pegunungan dan perdesaan di Jatirejo, Gondang, Dlanggu, Kutorejo, dan Mojosari. ”Ini juga sebagai promosi sejarah dan budaya, mengenalkan situs-situs kepada masyarakat dan dikawinkan dengan per-Vespa-an,” ujarnya.

 Taufan mengungkapkan, sebagai seorang pecinta Vespa, dirinya sering mengikuti touring yang melibatkan banyak orang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ajang untuk menambah teman dan persaudaraan. Motivasi serupa diungkapkan peserta lain, Dadang Dwi Ardyanto. Sebagai penghobi motor tua sekaligus Ketua Motor Antik Club Indonesia (MACI) Mojokerto Raya, tak sulit baginya untuk jatuh hati dengan motor skuter.

 Bahkan, Vespa yang dia pakai saat acara kemarin baru dibeli beberapa minggu lalu seharga Rp 50 jutaan. Dari kegiatan naik Vespa bareng-bareng, dia mengaku bisa merasakan kebersamaan secara nyata. Perasaan tersebut, menurutnya, tak didapat dari kegiatan motoran jenis lainnya yang umumnya lebih ngebut.

 ”Kalau Vespa begini kan santai, sama dengan motor antik. Jadi feel kebersamaannya lebih terasa,” tutur pria yang juga Sekretaris Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, tersebut.

 Dadang mengungkapkan, rute yang melintasi kawasan wisata sejarah dan alam juga membuat kegiatan skuteran lebih berkesan. Terlebih banyak peserta yang mengajak istri, dan anak-anaknya. Perjalanan ini sekaligus bisa menjadi wadah untuk mengenalkan sejarah. ”Apalagi yang datang bersama keluarga, bisa tahu ini lho peninggalan Majapahit," tandasnya. (adi/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#trowulan majapahit #trowulan mojokerto #Sejarah Budaya #scooter harmoni nusantara #makam troloyo #event JPRM #ajang promosi pariwisata